PAD Tak Mengalir dari Tambang Emas, Bupati Angkat Bicara

Bupati Gumas Jaya Samaya Monong memberikan arahan pada Rakordalev Perencanaan Pembangunan Triwulan I dan Penandatanganan Komitmen Bersama Inovasi Daerah Kabupaten Gumas Tahun 2025 di Aula Bapperida, Senin (5/5/2025).(Media Dayak/Novri JKH)
Kuala Kurun, Media Dayak
Keberadaan tambang emas di wilayah Gunung Mas (Gumas) yang dinilai selama ini tidak memberikan kontribusi signifikan terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Gumas,membuat Bupati Gumas Jaya Samaya Monong angkat bicara.
“Daerah kita ini kaya akan sumber daya alam,seperti emas. Selama ini kegiatan penambangan emas berjalan, tapi kontribusinya untuk PAD kita tidak ada, sehingga salah satu inovasi yang kita lakukan untuk meningkatkan PAD dari penambangan emas, 30 April 2025 lalu, saya telah menjalin kerja sama dan sinergi dengan BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) melalui penandatangan Nota Kesepakatan Sinergi (NKS),” ungkap Jaya pada Rapat Koordinasi (Rakor) Pengendalian dan Evaluasi (Rakordalev) Perencanaan Pembangunan Triwulan I dan Penandatanganan Komitmen Bersama Inovasi Daerah Kabupaten Gunung Mas Tahun 2025 di Aula Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida), Senin (5/5/2025).
Dia menegaskan, kerja sama dengan BRIN terkait pemanfaatan teknologi pengolahan hasil pertambangan emas ramah lingkungan untuk skala Pertambangan Rakyat (IPR/WPR), sehingga nantinya keberadaan tambang emas di Gumas menjadi salah satu pendapatan daerah.
Jaya menekankan pula, sektor pertambangan, pertanian dan perkebunan di periode ke dua pemerintahannya bersama Wakil Bupati (Wabup) Efrensia L.P Umbing akan dimaksimalkan untuk meningkatkan PAD dan menyerap tenaga kerja.
“Tentunya perlu payung hukum yang kuat agar pertambangan emas di Kabupaten Gunung Mas bisa berkontribusi nyata terhadap pendapatan asli daerah kita,” ucap Jaya.
Jaya menyatakan, kerja sama dalam pemanfaatan teknologi pengolahan hasil pertambangan emas ramah lingkungan untuk skala Pertambangan Rakyat (IPR/WPR), merupakan jawaban untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat, sekaligus nantinya diharapkan adanya kontribusi dari komoditas emas ini terhadap PAD Gumas.
Turut hadir, Wabup Efrensia L.P Umbing, unsur Forkompimda, Ketua DPRD Gumas Binartha, Sekda Richard, kepala OPD dan beberapa pejabat eselon tiga OPD, camat, dan undangan lainnya.
Terpisah, salah seorang warga Kuala Kurun yang berbicara dengan syarat anonim menyambut baik NKS Pemkab Gumas dengan BRIN terkait pemanfaatan teknologi pengolahan hasil pertambangan emas ramah lingkungan untuk skala Pertambangan Rakyat (IPR/WPR)
“Kabupaten Gunung Mas ini Tuhan kasih kekayaan alam yang luar biasa,seperti emas. Emas yang kita miliki, kalau pemda tidak atur melalui kebijakan yang jelas, maka yang menikmati hanya pihak tertentu saja, bukan pemerintah daerah melalui PAD,” tegasnya. (Nov/Aw)