Nama Jembatan Penyeberangan Mtw – Jingah Diambil dari Nama Tokoh Agama di Barito Utara

JEMBATAN PENYEBERANGAN MTW-Jembatan penyeberangan Muara Teweh-Jingah yang rencananya akan diresmikan bupati Barito Utara H Nadalsyah pada Kamis (2/12).(Media Dayak:Ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Pemerintah Kabupaten Barito Utara (Pemkab Barut), pada Selasa (30/11), di aula Setda lantai I telah melaksanakan rapat persiapan peresmian jembatan penyebarangan penghubung Water Front City (WFC) Kelurahan Melayu-Kelurahan Jingah dan Jambu.

Pembangunan jembatan kebanggaan masyarakat Kabupaten Barito Utara yang melintasi Sungai Barito ini, dengan konstruksi utama bagian atas menggunakan pelengkung/busur (Arch Bridge), dengan panjang jembatan yang membentang di atas sungai Barito sepanjang 472,98 meter.

Pembangunan jembatan konstruksi rangka baja lengkung dan beton sepanjang sekitar 332 meter, lebar 5 meter serta bentang tengah jembatan 220 meter ini dikerjakan selama empat tahap (dari tahap I sampai V) sebesar Rp103,8 miliar, yakni dari APBD Kabupaten Barito Utara sebesar Rp73,9 miliar atau 71,21 persen sedangkan dana bantuan Provinsi Kalteng sebesar Rp29,9 miliar atau 28,79 persen.

Direncanakan jembatan ini akan diresmikan pada hari Kamis 2 Desember 2021, oleh Bupati Barito Utara H Nadalsyah. Peresmian dan pemberian nama jembatan penyeberangan Muara Teweh-Jingah ini mengambil nama salah satu tokoh agama di Barito Utara.

Berdasarkan pantauan di lapangan, Rabu (1/12), di halte jembatan memang sudah terpasang nama jembatan yang akan diresmikan, namun saat ini masih tertutup oleh kain. Sehingga masyarakat yang lewat belum tahu apa nama jembatan yang akan diresmikan.

Beredar dikalangan warga masyarakat nama jembatan tersebut mengambil nama dari tokoh agama yang berasal dari Kelurahan Jambu. Dimana semasa hidup, almarhum merupakan tokoh masyarakat kkarismatik dan sangat dihormati oleh warga sekitar.

“Memang selama ini nama almarhum hanya dikenal masyarakat sekitar, tapi memang semasa hidup beliau adalah tokoh agama yang juga panutan bagi warga,” kata salah seorang warga kelurahan Jambu.

Sebelum diresmikan, Wakil Bupati Barito Utara Sugianto Panala Putra saat memimpin rapat persiapan peresmian dan pemberian nama jembatan mengharapkan dukungan semua perangkat daerah untuk menyukseskan kegiatan tersebut. “Dan pembangunan koordinasi serta sinkronisasi di lapangan perlu ditingkatkan,” kata Wabup Sugianto.

Dikatakan Sugianto Panala Putra, penyelenggaraan kegiatan pada saat pandemi Covid-19 saat ini perlu menerapkan protokol kesehatan yang ketat, dan juga perlu melakukan sosialisasi kepada masyarakat sekitar.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Drs Muhlis menyampaikan pembangunan serta peresmian jembatan yang sangat ditunggu masyarakat adalah komitmen Bapak Bupati dan Wakil Bupati Barito Utara.

“Dengan diresmikannya dan dibukanya jembatan tersebut nantinya akan membuka akses pembangunan di semua wilayah di Kota Muara Teweh, pada khususnya dan Barito Utara pada umumnya,” kata Muhlis.(lna/Aw)