Miliki Bumdes, Desa Lemo II Menuju Desa Mandiri

BANGUN PARIT-Kepala Desa Lemo II, Rusli didamping Kaur Pembangunan Desa Lemo II, Marianto saat meninjau pembangunan parit yang anggarannya bersumber dari dana desa (DD) setempat. (Media Dayak: ist)

Muara Teweh, Media Dayak

       Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) yang dikucurkan setiap tahunnya oleh pemerintah dimaksudkan untuk memberikan kesejahteraan seluruh warganya. Karena selain infrastruktur juga pembinaan untuk warga sekitar. 

Tapi apakah anggaran tersebut akan berlanjut atau hanya bersifat sementara, artinya desa tidak ketergantungan dengan pemerintah dan harus mencari agar anggaran yang dikelola juga dapat membawa hasil dan keuntungan untuk membangun desa serta memberikan kesejahteraan kepada warga desa. 

Kepala Desa Lemo II, Rusli didamping Kaur Pembangunan Desa Lemo II Marianto, menuturkan, dana desa diharapkan dapat membawa manfaat bagi masyarakat dan juga dapat dikembangkan dalam bentuk usaha, seperti perdagangan dan jenis usaha lainnya. 

“Sejak tahun 2018, Desa Lemo II, memiliki Badan Usaha Milik Desa (BumDes) dengan jenis usaha perdagangan bahan bangunan dan sejenisnya. Usaha ini dengan modal awal kurang lebih Rp 300 juta,” kata Kades Lemo II.

Saat ini kata Rusli, usaha yang digeluti ini mampu melayani penjualan bahan bangunan untuk kebutuhan di wilayah Desa Lemo II, dan kedepan pihaknya akan menambah modal usaha agar lebih besar. “Dengan banyaknya potensi, maka kami coba membuka usaha mulai dari nol, dan Alhamdulillah hasilnya lumayan dan modal kita makin bertambah,” katanya.

Ia juga menjelaskan, dengan dibangunnya BumDes, nantinya usaha yang digeluti dapat lebih berkembang, sebab kedepannya Desa Lemo II akan menuju Desa Mandiri. Oleh karena itu secara perlahan terus mengembangkan usaha agar mendapatkan keuntungan untuk kesejahteraan bersama. 

Sebab kata Rusli, dana desa di khawatirkan akan tidak lagi dikucurkan. Dengan usaha yang ada, maka nanti tidak ketergantungan lagi dengan pemerintah terkait anggaran. Karena dana yang dikucurkan juga sifatnya hanya untuk program kesejahteraan.

Dan tidak menjamin selamanya dana desa dan alokasi dana desa disalurkan oleh pemerintah. 

“Dengan memiliki badan usaha, diharapkan akan tambah besar, dan kami bertekad membesarkannya lagi agar hasilnya juga dapat menunjang pembangunan di desa kami,” pungkasnya.(lna)