Meningkatkan Mutu Air Bersih, Jangan  Berharap Suntikan Dari APBD Saja

Anggota DPRD Katingan, H Hanafi.(Media Dayak/Ist)
Kasongan, Media Dayak 
Kendati Katingan menjadi Kabupaten sudah berusia 22 tahun, namun mutu air bersih yang dikelola Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) selama ini tidak seperti mutu air bersih yang ada di sejumlah daerah lainnya. Demikian yang diungkapkan anggota DPRD Kabupaten Katingan, Hanafi kepada sejumlah awak media, Senin (8/7/2024). 

Untuk meningkatkan mutu air bersih tersebut, meskipun sudah menjadi keharusan, namun dana untuk meningkatkan mutu air bersih tersebut menurutnya membutuhkan anggaran yang besar. Sehingga, tidak mungkin berharap suntikan dana yang terlalu besar kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Katingan. “Maksudnya, untuk meningkatkan mutu air bersih yang disalurkan kepada para pelanggan di Katingan ini, PDAM jangan hanya berharap suntikan dana dari APBD saja,” kata Hanafi. 

Bacaan Lainnya

Seperti di Kabupaten Barito Kuala (Batola) Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) yang pernah dikunjungi oleh sejumlah anggota DPRD Kabupaten Katingan beberapa bulan yang lalu, menurut legislator Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini, bahwa PDAM di sana untuk meningkatkan mutu air bersih di daerahnya mengemukakan ide (gagasannya), dengan membuat proposal bantuan kepada Kementerian PUPR RI. 

“Karena kegigihannya, maka Pemkab Batola melalui PDAM nya alhamdulillah pada tahun 2024 ini memperoleh bantuan sekitar Rp 450 miliar dari Kementerian PUPR RI, guna meningkatkan mutu air bersih dimaksud,” terangnya.

Oleh karena itu, dirinya berharap PDAM Kabupaten Katingan juga bisa mencontoh apa yang digagas oleh PDAM Kabupaten Batola itu. “Sehingga, PDAM di daerah kita ini, juga bisa memperoleh bantuan dana APBN, guna meningkatkan mutu air bersih yang disalurkan kepada para pelanggan di bumi Penyang Hinje Simpei ini,” harapnya. 

Jadi, lanjutnya, kalau hal itu bisa terkabulkan, PDAM dalam meningkatkan mutu air bersih di daerah kita tidak perlu lagi mengambil air baku PDAM dari Daerah Aliran Sungai (DAS) yang selama ini masih harus dibersihkan terlebih dahulu sebelum disalurkan kepada pelanggan. “Tapi, dengan memasang pipanisasi dari Kasongan ke daerah hulu yang memiliki air baku, air bersihnya bisa langsung digunakan tanpa melalui proses,” jelas anggota dewan asal dapil Katingan I yang meliputi wilayah Katingan Hilir, Pulau Malan dan Tewang Sangalang Garing.

Sementara pengambilan air baku yang akan disalurkan air bersihnya kepada puluhan ribu pelanggan di Kabupaten Katingan menurutnya jaraknya hanya 80 KM saja dari arah hulu Katingan, dengan membangun pipanisasi dari Kasongan hingga ke wilayah hulu. (Kas/Lsn)

 
 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait