Menanggapi Pernyataan Rocky Gerung, Aliansi Ormas Dayak di Pulang Pisau Orasikan Pernyataan Sikap

Pulang Pisau, Media Dayak
 
Aliansi Ormas Dayak di Pulang Pisau,  Kalimantan Tengah (Kalteng) mengecam keras atas pernyataan pengamat politik nasional Rocky Gerung yang dianggap kontroversi karena diduga telah melecehkan Presiden RI Joko Widodo.
 
4 (Empat) perwakilan Ormas yang teridiri dari Forum Pemuda Dayak (Fordayak), Perkumpulan Pemuda Dayak (Perpedayak), Apang Mandau Balulang Bulau dan Barisan Pertahanan Masyarakat Adat Dayak (Batamad) Kabupaten Pulang Pisau ini berorasi menyampaikan pernyataan sikapnya melalui Aksi Damai di Taman Laut Sumbu Kurung, kota Pulang Pisau, Selasa (1/8) sore.
 
Dalam unggahan video yang beredar di beberapa akun channel YouTube dan viral beberapa waktu yang lalu, Rocky Gerung tidak hanya diduga telah menghina Presiden RI dengan kata-kata “Bajingan yang tolol”, tetapi ada pernyataan lainnya terkait pemindahan Ibu Kota Negara (IKN), sehingga membuat beberapa Ormas Dayak di Kabupaten Pulang Pisau merasa geram karenanya. 
 
Sekretaris Dewan Pimpinan Daerah Forum Pemuda Dayak (DPD Fordayak) Pulang Pisau, Rolly Stepenli dalam aksi tersebut menyampaikan orasinya tentang pernyataan sikap dan tuntutannya kepada pihak aparat kepolisian setempat.
 
“Jadi, kami minta dengan tegas kepada pihak kepolisian agar dapat menindaknya. Kalau hal ini tidak diindahkan, kami akan menempuh jalur hukum adat Dayak,” tegas Rolly dengan nada lantang di depan pihak kepolisian yang hadir untuk mengawal kegiatan tersebut.
 
Di akhir aksi damai, perwakilan Ormas menyerahkan sebuah catatan penting yang diterima langsung oleh Kapolres Pulang Pisau AKBP Mada Ramadita, S.I.K., sebagai bagian dari tuntutan mereka agar secepat mungkin dapat ditindaklanjuti.
 
Kegiatan yang dikawal oleh pihak Polres Pulang Pisau itu berlangsung aman, damai tertib dan lancar.
 
Sementara itu, Rocky Gerung dalam sebuah acara buruh di Bekasi beberapa waktu lalu menyampaikan klarifikasinya terkait perkataannya yang menyebut Presiden Jokowi “bajingan tolol”, menegaskan bahwa dirinya menghina presiden, bukan Jokowi.
 
“Saya menghina presiden, bukan Jokowi-nya. Itu bedanya tuh. Jadi mesti bedain, presiden itu adalah fungsi, dia tidak permanen, setiap lima tahun kita pilih,” kata Rocky dalam wawancaranya dengan Forum News Network (FNN) yang diunggah di kanal YouTube Rocky Official pada Selasa, 1 Agustus 2023.(Alp/Aw)