Masyarakat Pelosok Dapil I Minta Peningkatan Infrastruktur dan Listrik

Andina Theresia Narang
Palangka Raya, Media Dayak
Masyarakat disejumlah wilayah Kalimantan Tengah (Kalteng) masih banyak yang belum menikmati infrastruktur yang layak dan sarana penerangan yang memadai. Oleh sebab itu, DPRD Kalteng mendorong pemerintah untuk terus meningkatkan pembangunan infrastruktur maupun sarana penerangan, terutama di wilayah pelosok.
Keinginan untuk menikmati infrastruktur serta sarana penerangan yang layak kerap kali menjadi aspirasi masyarakat di daerah. Seperti masyarakat Desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas (Gumas), masyarakat di wilayah mengharapkan adanya peningkatan infrastruktur dan sarana penerangan. Karena, hingga saat infrastruktur dan sarana penerangan listrik di daerah ini masih minim.
Hal ini disampaikan secara langsung oleh masyarakat kepada sejumlah legislator dari Daerah Pemilihan (Dapil) I, meliputi Kota Palangka Raya, Kabupaten Katingan dan Kabupaten Gumas, saat melaksanakan kunjungan kerja ke Kecamatan Rungan beberapa waktu lalu.
Menurut Anggota DPRD Kalteng dari Dapil I Andina Theresia Narang, saat melakukan kunker ke Kecamatan Rungan, masyarakat setempat mengungkapkan saat ini Desa Tumbang Jutuh masih seperti daerah yang terisolir. Hal ini dikarenakan akses menuju ke kota Palangka Raya maupun ke daerah lain di Gumas masih sangat sulit.
“Akses dari Desa Tumbang Jutuh-Palangka Raya maupun Kuala Kurung sering mengalami kerusakan. Hal ini belum lagi ditambah dengan aktivitas angkutan Tandan Buah Sawit (TBS) dari Perusahan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi disana yang menggunakan truk melebihi tonase jalan, serta angkutan kendaraan berat pengangkut material PLTU di Desa Kanjui,”Ucap Andina, saat dibincangi media ini, di Gedung Dewan, jalan S.Parman, Rabu (2/10).
Andina juga mengungkapkan, ruas jalan dari Desa Tumbang Jutuh menuju Kuala Kurun dimana jalan tersebut melintasi Desa Linau, juga banyak mengalami kerusakan parah. Hal ini terjadi karena badan jalan masih berupa tanah liat, serta ruas jalan dari Desa Tumbang Tujuh ke Kuala Kurun melewati Desa Tewah pun mengalami hal yang sama.
“Tidak hanya sulitnya akses jalan dari Desa Tumbang Jutuh menuju Palangka raya dan Kuala Kurun, masyarakat juga menyampaikan bahwa pada saat ini, kondisi satu-satunya akses masyarakat Tumbang Jutuh menuju Desa Jakatan Raya hanya melewati jembatan gantung, yang mana jumlah penduduknya adalah kurang lebih 1.200 jiwa. Jembatan inipun sekarang kondisinya sangat memprihatinkan. Baut-baut dan lainnya perlu dilakukan peninjauan oleh teknis Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR),”Pungkasnya.(Nvd)