Mantan Ketua PA Kuala Kurun Melejit Jadi Ketua PA Jakarta Pusat

Muhammad Aliyuddin, S.Ag., M.H.(tiga dari kiri)  usai Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan sebagai Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang dipimpin Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Muhammad Abduh Sulaeman, Rabu (20/5/2026).(Media Dayak/ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Karier gemilang kembali ditorehkan Muhammad Aliyuddin, S.Ag., M.H. Sosok yang pernah memimpin Pengadilan Agama Kuala Kurun Kelas II itu kini resmi dipercaya mengemban amanah strategis sebagai Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat, salah satu pengadilan paling bergengsi dan berkelas internasional di Indonesia.

Pelantikan dan pengambilan sumpah jabatan para Ketua Pengadilan Agama se-wilayah hukum DKI Jakarta berlangsung khidmat di lingkungan Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Rabu (20/5/2026).  Prosesi tersebut dipimpin langsung Ketua Pengadilan Tinggi Agama Jakarta, Dr.Muhammad Abduh Sulaeman, S.H.,M.H.

Nama Muhammad Aliyuddin menjadi sorotan tersendiri. Perjalanan panjang pengabdiannya di dunia peradilan agama sejak tahun 1999, mulai dari wilayah Sumatra, Kalimantan Tengah hingga Pulau Jawa, menjadi bukti kapasitas dan dedikasinya dalam menegakkan hukum serta melayani masyarakat pencari keadilan.

Dalam keterangan persnya kepada mediadayak.id, Kamis (21/5/2026), Muhammad Aliyuddin mengaku siap mengemban amanah besar di ibu kota negara. Dengan pengalaman panjang lintas daerah, ia optimistis mampu mendukung penuh visi dan misi Mahkamah Agung RI.

“Mohon bimbingan dan arahan dari seluruh keluarga besar PTA Jakarta agar kami dapat menjalankan amanah ini dengan baik,” ujar Aliyuddin.

Aliyuddin juga mengungkapkan perasaan haru bercampur bangga usai resmi dilantik. Baginya, jabatan Ketua Pengadilan Agama Jakarta Pusat bukan sekedar posisi prestisius, melainkan tanggung jawab besar yang harus dijalankan dengan integritas dan dedikasi tinggi.

Menurutnya, Pengadilan Agama Jakarta Pusat memiliki posisi strategis karena bukan hanya menjadi pengadilan di ibu kota negara, tapi juga dikenal sebagai pengadilan internasional yang kerap melaksanakan persidangan hingga ke luar negeri.

Tak ingin sekedar menjalankan rutinitas, Aliyuddin langsung membawa visi besar dalam kepemimpinannya, yakni mewujudkan Pengadilan Agama Jakarta Pusat yang agung, modern, dan berorientasi pada pelayanan prima kepada masyarakat.

Ia menegaskan terdapat empat misi utama yang akan dijalankan, yakni melakukan perubahan demi pelayanan terbaik kepada masyarakat pencari keadilan, melanjutkan hal-hal yang baik dan benar, menghentikan hal-hal yang keliru, mengoreksi kekurangan, serta menghadirkan berbagai inovasi baru yang positif dan bermanfaat.

Dengan penuh semangat, Aliyuddin juga memperkenalkan slogan kepemimpinannya. “Bersama kita bisa meraih BERKAH dan PRESTASI,” serunya penuh optimisme.

Dari Kuala Kurun menuju Jakarta Pusat, perjalanan karier Muhammad Aliyuddin kini menjadi inspirasi bahwa dedikasi, kerja keras, dan pengabdian panjang mampu mengantarkannya menembus panggung peradilan nasional.(Nov/Aw)