Malaria Indigenous Belum Terdeteksi di Palangka Raya

Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo.  (Media Dayak/ IsenMulang)
 
Palangka Raya, Media Dayak
 
Kepala Dinas Kesehatan Kota Palangka Raya, Andjar Hari Purnomo mengungkapkan, hingga tahun 2022 ini Kota Palangka Raya masih bebas dari kasus malaria indigenous, atau belum ada terdeteksi didapatnya kasus penularan malaria.
 
“Sampai saat ini belum ada ditemukan kasus malaria indigenous. Memang ada satu kasus malaria yang ditemukan, tapi itu bukan berasal dari Kota Palangka Raya. Pasien tertular dari daerah lain, namun berobat di sini,” katanya, Senin (16/5/2022).
 
Kota Palangka Raya itu sendiri jelas Andjar, telah menerima sertifikat Eliminasi Malaria pada tahun 2018. Eliminasi malaria adalah upaya untuk menghentikan penularan malaria setempat atau indigenous.
 
Sertifikat eliminasi malaria diberikan kepada daerah yang mampu membuktikan tidak ada penularan selama tiga tahun berturut-turut. Hal itu, juga dibuktikan dengan kartu penderita malaria.
 
“Boleh ada kasus malaria ditemukan namun dalam kartu penderita dapat dibuktikan kalau penyakit tersebut adalah impor atau tertular dari daerah lain. Sejak tahun 2018 sampai sekarang memang belum ditemukan adanya kasus malaria indigenous,” jelasnya.
 
Kendati demikian, Andjar mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk tetap waspada terhadap penyakit malaria. Ia mengingatkan, agar masyarakat tetap menjaga kesehatan dan kebersihan lingkungan tempat tinggalnya.
 
“Malaria harus segera ditangani untuk mencegah risiko komplikasi yang berbahaya. Penanganan malaria dapat dilakukan dengan pemberian obat antimalaria,” pungkasnya. (MCIM/Ytm/Lsn)
 
 
 
 
 
 
 
 
 
image_print

Pos terkait

Berita Olahraga Pilihan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.