M Iman Topik : Kami Terpaksa Hentikan untuk sementara Pekerjaan, Fokus Penyembuhan Korban

BERSAMA APARAT DESA BATURAYA I-Kadis PUPR M Iman Topik didampingi Sekdis PUPR, Kabid Cipta Karya dan pejabat Dinas PUPR lainnya saat bersama aparat desa setempat usai kejadian berdarah, Minggu (14/8/2022) malam.(Media Dayak:ist)
Muara Teweh, Media Dayak
Ulah 2 jagoan kampong, menyebabkan perbaikan jalan Desa Baturaya I menuju Baturaya II, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara (Barut), berhenti total. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) setempat, tak ingin ambil risiko. Perbaikan jalan dihentikan secara total sejak Senin (15/08).
Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, M Iman Topik, kepada Wartawan di Muara Teweh, Senin pagi. Mengatakan, pihaknya terpaksa menghentikan pekerjaan perbaikan jalan untuk sementara di Baturaya, karena harus fokus untuk penyembuhan korban. Selain luka fisik, korban nampak menderita trauma.
“Kami telah telah menjelaskan kepada warga Baturaya tentang ketakutan yang dialami oleh para operator dan pekerja, sehingga belum dapat melanjutkan pekerjaan. Dan untuk sementara kami hentikan pekerjaanya,” kata M Iman Topik, Senin kemarin.
Aparat desa dan warga Baturaya I dan II juga merasa kecewa dan nama desanya ikut tercoreng, meski pelaku bukan dari desa mereka.
“Kami laporkan ke pimpinan soal penghentian pekerjaan sambil menunggu petunjuk lebih lanjut. Sedangkan soal peristiwa tersebut, kami laporkan dan serahkan sepenuhnya kepada Polisi, ” kata Topik yang langsung naik ke Baturaya sejak Minggu petang.
Berdasarkan penuturan dari warga dan aparat desa kepadanya, Topik menduga sang pelaku, Acok (sopir truk), memang berniat menyasar para pekerja jalan yang dikoordinir Dinas PUPR Barut.
“Sepertinya bukan marah biasa, tetapi pelaku berniat mengusik para pekerja kami yang ada di situ. Pas dilarang melintas, pelaku langsung mengambil parang dari dalam truk. Ada satu orang tua bernama Asmuni hendak melerai, tapi diancam dengan parang,”jelas PR Topik.
Topik mendengar informasi dari warga setempat, Acok bukanlah warga Baturaya, tetapi beristeri orang Baturaya. Acok berasal dari Ngurit, Barito Selatan, bekerja pada seorang bos di Baturaya.
Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara memperbaiki jalan sepanjang 9 Kilo Meter dari Baturaya I menuju Baturaya II, setelah warga memviralkan kerusakan jalan tersebut di media sosial.
Korban Dioperasi di RSUD Muara Teweh Senin Siang
Usai insiden berdarah, Minggu (14/08) sekitar pukul 16.00 WIB, korban Gadok menjalani perawatan sementara di Puskesmas Baturaya.
Setelah kondisinya memungkinkan, korban langsung dibawa ke Muara Teweh, Minggu malam. “Dari Puskesmas Baturaya langsung ke RSUD Muara Teweh. Baru siang tadi dioperasi. Korban ada penyakit gula, sehingga harus dinetralisir lebih dahulu, “kata Topik, Senin malam.
Seperti diketahui, akibat serangan senjata tajam oleh pelaku Acok yang dibantu Lurah (kernet), korban Gadok menderita luka parah, karena 4 jari tangan kanan putus, luka dibagian pipi sebelah kiri, dan luka lengan bawah tangan kiri terkena bacok.
Hingga berita ini diturunkan, tim Buru Sergap Polres Barito Utara masih memburu 2 jagoan tengik tersebut. Diduga keduanya kabur ke wilayah hutan yang ada di sekitar perbatasan Barito Utara dan Barito Selatan. “Kita turunkan 1 tim untuk memburu para pelaku,” ucap Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Wahyu Satiyo Budiarjo, Senin pagi.(lna/rsn)