Lomba Sukup Simpan, Makanan Tradisional Dayak Diharapkan Dapat Menjadi Kegemaran Hingga Tingkat Internasional

Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng Rusita Muniarsi saat menyampaikan sambutan, Senin (20/5/2024).(Media Dayak/MMC Kalteng)

Palangka Raya, Media Dayak 

Dalam rangka memeriahkan HUT Kalteng ke-67, setiap tahunnya diadakan Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) yang diisi dengan berbagai lomba. Salah satunya lomba Panginan Sukup Simpan yang merujuk pada makna sebagai tempat atau wadah untuk menyimpan makanan agar tahan dalam waktu yang lama serta terjaga kualitasnya. 
 
Koordinator Pelaksana Kegiatan Lomba Masakan Tradisional Sukup Simpan Hartini Titin menyampaikan maksud dan tujuan diselenggarakannya Lomba Panginan Sukup Simpan, yakni agar masakan tradisional dapat menjadi unggul di tingkat nasional dan internasional.
 
“Lomba Masakan Tradisional Kalteng kiranya dapat menggali potensi dan kreatifitas peserta, serta memasyarakatkan makanan tradisional panginan sukup simpan serta mempromosikan masakan khas tradisional khas Kalteng agar bisa menjadi masakan unggulan di tingkat nasional dan internasional sebagai salah satu pendukung daya tarik wisata unggulan di bidang kuliner,” ucapnyandi GOR Indoor Serbaguna Senin (20/5/2024) pagi.
 
Adapun pelaksanaan lomba Panginan Sukup Simpan yang terdiri atas 5 (Lima) orang di setiap masing-masing kelompok. Peserta tersebut antara lain Ketua TP PKK peserta lomba Kabupaten/Kota, pengurus TP PKK Provinsi Kalteng dan Ketua Dharma Wanita Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Kalteng, pelaku usaha kuliner dan masyarakat umum yang ada di Kalteng. 
 
Selain itu, peserta juga diberikan kebebasan untuk berkreasi dalam mengolah masakan selama tidak melanggar juknis perlombaan yang telah disepakati bersama.
 
Sementara itu, Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Provinsi Kalteng Rusita Muniarsi mewakili Kepala Disbudpar dalam sambutannya menyampaikan bahwa FBIM menjadi salah satu acara yang tepat untuk memperkenalkan makanan tradisional Kalteng agar dapat digemari oleh semua kalangan hingga ke tingkat internasional.
 
“Kegiatan FBIM merupakan event yang strategis untuk memperkenalkan dan memasyarakatkan makanan tradisional Kalteng sehingga bisa menjadi makanan yang digemari oleh setiap orang yang pada akhirnya nanti diharapkan bisa menjadi salah satu makanan unggulan di tingkat nasional ataupun internasional,” ungkapnya.
 
Mengakhiri sambutannya, Rusita mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang mendukung acara ini, baik secara moril ataupun materil. 
 
Untuk melancarkan acara yang diselenggarakan, maka terdapat tiga dewan juri yang telah ahli dalam bidangnya agar bisa memberikan sebuah penilaian terhadap presentasi masakan yang telah diolah oleh para peserta. 
 
Sebagai informasi tambahan, Lomba Panginan Sukup Simpan ini dilaksanakan dengan durasi selama 3 (Tiga) jam dengan minimal 15 masakan yang ditampilkan untuk menu wajib, menu pilihan, dan menu pelengkap. 
 
Pada penilaian akhir yang didapatkan, Lomba Panginan Sukup Simpan memperoleh 6 (Enam) juara, diantaranya Kota Palangka Raya yang meraih Juara I, Kotawaringin Timur meraih Juara II, dan Barito Selatan meraih Juara III. Kemudian adapun Juara Harapan I yang diraih oleh Barito Utara, Juara Harapan II diraih oleh Kotawaringin Barat, dan Juara Harapan III diraih oleh Murung Raya. (MMC/YM/Aw)
image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait