Lolos Masuk SMA Taruna Nusantara, Putra Gunung Mas Ukir Prestasi Membanggakan, Air Mata Haru Ortu Pecah di Pengumuman Seleksi

Marako Sielvino Geraldy, siswa lulusan SMP Pionir Kuala Kurun saat mengikuti seleksi tahap II penerimaan siswa baru SMA Taruna Nusantara Tahun Pelajaran 2026/2027 beberapa waktu lalu. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Kebanggaan besar menyelimuti Kabupaten Gunung Mas (Gumas). Di tengah ketatnya persaingan nasional dan seleksi berlapis yang dikenal sangat berat, dua putra-putri terbaik daerah berhasil menembus gerbang pendidikan bergengsi, SMA Taruna Nusantara Tahun Pelajaran 2026/2027.
Mereka adalah Marako Sielvino Geraldy, siswa lulusan SMP Pionir Kuala Kurun, serta Nabilah Taufiqah Hanniah dari SMP Negeri 6 Kurun. Keberhasilan keduanya sontak menjadi kabar menggembirakan yang memantik rasa bangga masyarakat Gumas.
Namun, di balik capaian prestisius itu, tersimpan perjuangan panjang, doa yang tak putus, serta air mata haru dari orang tua yang akhirnya menyaksikan mimpi anaknya menjadi kenyataan.
“Saya bersyukur kepada Tuhan, anak saya bisa melewati jalur prestasi ini,” ucap ayah Marako, Hevy Simpai, dengan mata berkaca-kaca saat diwawancarai mediadayak.id, Senin (11/5/2026).
Nada suara penuh syukur itu menggambarkan betapa berat proses yang telah dilalui. Marako diketahui mengikuti tahapan Pantukhir (Pemantauan Akhir/Panitia Penentu Akhir) selama empat hari di Hotel Dandang Tingang, Palangka Raya,sebuah tahapan penentuan yang menjadi gerbang terakhir menuju SMA Taruna Nusantara.
“Anak saya memang punya keinginan yang sangat kuat masuk SMA Taruna Nusantara,” ujar Hevy dengan tatapan penuh kebanggaan.
Keinginan itu ternyata bukan sekedar mimpi kosong. Marako membuktikannya lewat deretan prestasi akademik yang konsisten dan disiplin belajar yang tinggi sejak dini.
Hevy yang merupakan Kabid Jasa Konstruksi DPU Gumas itu menjelaskan, untuk bisa lolos administrasi jalur prestasi, siswa diwajibkan memiliki nilai rata-rata di atas 85 untuk mata pelajaran Bahasa Indonesia, Bahasa Inggris, Matematika, dan IPA sejak semester I hingga semester IV.
“Puji Tuhan, prestasi akademiknya sangat baik sehingga memenuhi syarat mengikuti seleksi siswa berprestasi,” jelasnya.
Tak hanya unggul di bidang akademik, Marako juga aktif dalam berbagai kegiatan non-akademik. Ia pernah mengikuti Turnament Bulutangkis Bupati Cup I dan II, meraih penghargaan peringkat I di sekolah, hingga aktif dalam lomba seni musik.
Di balik sederet prestasi itu, tersimpan cita-cita besar seorang anak daerah yang ingin mengabdi untuk bangsa.
“Anak saya memang bercita-cita menjadi abdi negara dan ingin masuk Akpol,” ungkap Hevy.
Meski demikian, Hevy menggambarkan sosok Marako sebagai anak yang sederhana dan tidak berbeda jauh dengan remaja lainnya. Hanya saja, menurutnya, sang anak memiliki fokus belajar yang kuat dan gemar membaca.
“Dalam kesehariannya biasa saja seperti anak-anak pada umumnya, tetapi memang lebih konsentrasi ketika belajar,” kata Hevy.
Keberhasilan ini pun menjadi momen emosional bagi keluarga. Bagi Hevy dan sang istri, lolosnya Marako ke SMA Taruna Nusantara bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan awal perjuangan yang sesungguhnya.
“Tentu kami sangat senang dan bangga melihat anak kami bisa meraih harapannya. Tapi ini bukan akhir keberhasilan, melainkan awal perjuangan yang sebenarnya,” tuturnya.
Hevy juga menyampaikan terima kasih atas dukungan doa dari para pendeta, sahabat, hingga Pemerintah Kabupaten Gunung Mas yang ikut memberi semangat selama proses seleksi berlangsung.
Sebagai orang tua, Hevy pun menitipkan pesan mendalam kepada sang anak agar tidak larut dalam euforia keberhasilan.
“Jangan terlalu bangga berlebihan. Tetap rendah hati, takut akan Tuhan, giat belajar, serta terus melatih fisik dan mental karena kehidupan di kampus dan asrama akan jauh lebih berat,” pesannya.
Tak lupa, Hevy memberi motivasi kepada seluruh generasi muda Gunung Mas agar berani bermimpi besar dan percaya pada kemampuan diri sendiri.
“Anak-anak Gunung Mas semuanya punya peluang masuk sekolah ini. Kuncinya harus punya kemauan kuat, rajin belajar, berprestasi, dan menjaga kesehatan mental maupun fisik,” tegasnya.
Di akhir perbincangan, Hevy Simpai turut menyampaikan apresiasi mendalam kepada para guru SMP PIONIR Kuala Kurun yang dinilainya memiliki dedikasi luar biasa dalam membina dan mendidik siswa.
“Terima kasih untuk guru-guru SMP PIONIR yang luar biasa karena sudah membina dan mendidik anak-anak dengan sangat baik,” tandas Hevy mengakhiri. (Nov/Aw)