Lestarikan Aset Meriam Peninggalan Zaman Penjajah

Anggota DPRD Seruyan Bejo Rianto saat melihat keberadaan meriam di desa Danau Sembuluh.(Media Dayak/Fahrul)

Bacaan Lainnya

Kuala Pembuang, Media Dayak

Anggota DPRD Seruyan Bejo Rianto mengimbau masyarakat di daerah setempat untuk menjaga segala sesuatu yang memiliki sejarah dan menjadi peninggalan masa lalu dengan baik.

Salah satu yang harus dijaga adalah dua buah meriam laki-bini peninggalan zaman penjajahan belanda di Desa Sembuluh Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan.

“Peninggalan meriam ini sudah sepatutnya untuk terus di jaga dan dilestarikan keberadaannya,” tegasnya di Kuala Pembuang.

Menurut Bejo, keberadaan meriam kembar ini sudah lama, namun tidak banyak yang tahu kapan waktunya dua buah merim tersebut pertama kali di letakkan di pinggir Danau Sembuluh.

Menurut beberapa warga setempat, kata Bejo, dua buah merim itu sudah ada sebelum Desa Sembuluh didiami warga dan menjadi  sebuah perkampungan.

Kedua meriam memiliki jejak angka, tetapi tidak dapat dipastikan maksud dan arti dari angka tersebut. Jenis meriam laki yang ukuran panjangnya sekitar 1,5 meter tertulis tanggal 4-3-14, sedangkan  meriam bini dengan ukuran sekitar 120 cm tertulis 1-4-32.

“Ini aset wisata sejarah yang tidak semua daerah memiliki ini,sehingga bisa di jadikan salah satu tujuan wisata apabila mengunjungi danau Sembuluh,” kata Politisi PAN ini.(Rul/aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *