Leonard : Rencana Penutupan Bandara Bukan Secara Total

Tim Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 Kalteng yang dipimpin oleh Leonard S Ampung saat live streaming situasi terbaru kasus covid-19 di Kalteng, di Media Center Covid-19 kantor Gubernur Kalteng, Minggu (29/3). (Media Dayak/Diskominfo)

Palangka Raya, Media Dayak

Kepala Tim Gugus Tugas percepatan penanganan covid-19 Kalimantan Tengah (Kalteng), Leonard S Ampung mengungkapkan sekaligus mengklarifikasi, terkait perihal adanya usulan Gubernur Kalteng H Sugianto Sabran, untuk menutup Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya, seperti pesan Gubernur yang tersampaikan dalam video singkatnya Sabtu malam tanggal 28 Maret lalu.

Leonard menjelaskan, sebenarnya itu bukan maksudnya untuk menutup bandara secara total, namun lebih pada pembatasan akses, hanya di Bandara Tjilik Riwut saja. Sementara untuk bandara lain dan pelabuhan masih beroperasi seperti biasa dengan pengamanan dan pembatasan yang ketat.

“Masih ada tahapan lagi dan masih dikoordinasikan dengan pihak Angkasa Pura dan Kementerian Perhubungan mengenai mekanisme yang akan disampaikan secepatnya,” papar Kepala Dinas Perkimtan Kalteng ini, saat gelar pers release melalui live streaming facebook, Minggu (29/3).

Leonard mengatakan langkah tersebut ditempuh Gubernur Kalteng Sugianto Sabran sebagai upaya menjaga kesehatan dan keselamatan masyarakat di daerah ini.

“Namun penutupan tidak berlaku untuk jalur darat, jalur darat masih terbuka tapi kita lakukan pengawasan ketat dengan SOP yang jelas melalui posko termasuk juga di pelabuhan. Hal ini untuk menjaga roda ekonomi tetap berjalan dengan tingkat pengawasan yang ketat,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kalteng Suyuti Syamsul mengatakan dengan adanya rencana penutupan bandara Tjilik Riwut selama 14 hari kedepan, pihaknya, mulai minggu depan sudah bisa menggunakan laboratorium  Kemenkes di Banjarbaru Kalimantan Selatan untuk pemeriksaan sampel.

“Namun bila laboratorium Banjarbaru belum juga siap maka sampel akan dikirim ke Banjarbaru, diinapkan satu malam dan esoknya dikirim ke Surabaya. Sedangkan untuk distribusi Alat Pengaman Diri (APD) serta pemesanan ke distributor akan dialihkan melalui jalur alternatif bandara di Pangkalan Bun, Sampit atau Banjarmasin,” jelasnya.(Ytm/Lsn)