Legislator Menilai Jenjang Pendidikan Dasar Perlu Dievaluasi

Anggota DPRD Kalteng Kuwu Senilawati. (Media Dayak/dok DPRD Kalteng)
Palangka Raya, Media Dayak
DPRD Kalteng Kuwu Senilawati menilai saat ini perlu adanya evaluasi terhadap jenjang waktu peserta didik dalam menempuh pendidikan dasar 12 tahun.
“Lantaran, disejumlah negara telah menerapkan sistem pendidikan singkat namun efektif, dimana para peserta didik mampu meraih gelar sarjana pada usia 20 tahun,” ujarnya di gedung DPRD Kalteng baru-baru ini.
Menurut Sekretaris Komisi III DPRD Kalteng yang membidangi Kesejahteraan Rakyat ini, beberapa negara yang berhasil mengembangkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas dengan menerapkan pendidikan singkat serta efektif, diantaranya yaitu Amerika Serikat dan Jepang.
“Pendapat saya, saat ini perlu adanya evaluasi terhadap jenjang waktu pendidikan yang ditempuh peserta didik. Di Indonesia, waktu menempuh pendidikan dasar adalah 12 tahun terhitung sejak Sekolah Dasar (SD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA,” ujarnya.
Sedangkan lanjutnya, dibeberapa negara seperti Amerika dan Jepang, di usia 20 atau 21 tahun para generasi muda disana sudah bisa meraih gelar sarjana. Sangat berbeda dengan Indonesia yang rata-rata meraih sarjana diusia 25 sampai 25 tahun.
Kuwu juga juga mengungkapkan, kualitas SDM dapat ditentukan melalui program pendidikan yang bersifat merdeka. Sehingga yang harus dikedepankan adalah pendalaman jurusan, keahlian maupun potensi dari peserta didik itu sendiri.
“Setahu saya, diluar negeri pendidikan dasar yang diajarkan di sekolah tidak selama seperti di Indonesia. Karena mereka (beberapa negara, red) lebih fokus untuk mengembangkan skill serta potensi dari peserta didik,” terangnya.
Sehingga katanya melanjutkan, wajar apabila banyak generasi muda di luar negeri yang mampu meraih gelar sarjana di usia muda dan menjadikan masa muda tidak terbuang percuma.
Kendati demikian, Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan I meliputi Kabupaten Katingan, Gunung Mas dan Kota Palangka Raya ini berharap kedepannya pemerintah mampu mengimplementasikan program pendidikan singkat namun efektif, seperti yang diterapkan oleh sejumlah negara dalam rangka peningkatan kualitas SDM di Indonesia.
Pada sisi lain Kuwu menilai, bisa saja karena waktu menempuh pendidikan dasar yang begitu lama membuat minat peserta didik untuk belajar jadi menurun dan hal tersebut dikhawatirkan berpengaruh pada kualitas pendidikan kita.
“Oleh karena itu, saya berharap sistem pendidikan dasar 12 tahun bisa dibuat lebih singkat namun efektif, sehingga peserta didik dapat lebih fokus dalam pengembangan potensi diri di usia muda,” tutup politisi dari Fraksi Partai Gerindra ini. (Ytm/Lsn)