PADAMKAN KARHUTLA-Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Sabtu (13/6/2026).(Media Dayak/Dok BPBD Barut)
Muara Teweh, Media Dayak
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Barito Utara bergerak cepat menindaklanjuti laporan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di wilayah Desa Trahean, Kecamatan Teweh Selatan, Sabtu (13/6/2026).
Kebakaran yang terjadi pada lahan bervegetasi tumpukan pepohonan bekas tebangan, dedaunan, dan semak belukar tersebut berhasil dipadamkan oleh tim gabungan BPBD Kabupaten Barito Utara bersama Masyarakat Peduli Api (MPA) Desa Trahean sebelum api meluas ke area yang lebih luas.
Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Barito Utara HM Iksan melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik (Kabid Darlog) BPBD Barito Utara Rizali Hadi, Minggu (14/6/2026), mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian sekitar pukul 15.05 WIB dari MPA Trahean yang menginformasikan adanya kebakaran lahan di wilayah desa tersebut.
“Setelah menerima laporan, anggota piket TRC dan Pusdalops-PB BPBD segera melakukan koordinasi dan berangkat menuju lokasi pada pukul 15.16 WIB. Setibanya di lokasi, tim menemukan beberapa titik api yang masih menyala pada tumpukan vegetasi kering yang berpotensi meluas apabila tidak segera ditangani,” ujar Rizali Hadi.
Ia menjelaskan, tim kemudian melakukan pemadaman menggunakan peralatan pemadaman darat berupa jet shooter hingga seluruh titik api berhasil dipadamkan.
“Berkat respons cepat petugas bersama MPA Trahean, proses pemadaman dapat diselesaikan sekitar pukul 17.09 WIB. Setelah dilakukan pemantauan dan dipastikan tidak ada lagi titik api yang aktif, tim kembali ke Posko Pusdalops-PB BPBD pada pukul 17.13 WIB,” jelasnya.
Menurut Rizali, berdasarkan hasil identifikasi di lapangan, kebakaran yang terjadi termasuk kategori kebakaran permukaan pada lahan bertipe tanah mineral. Luas area yang terdampak diperkirakan mencapai sekitar 0,89 hektare.
Dalam operasi pemadaman tersebut, BPBD Kabupaten Barito Utara mengerahkan personel dari Tim Reaksi Cepat (TRC) dan Pusdalops-PB bersama MPA Trahean. Adapun sarana dan prasarana yang digunakan meliputi lima unit jet shooter, satu unit mobil water supply BPBD, satu unit mobil personel BPBD, serta satu unit mobil water supply milik MPA Trahean.
Rizali Hadi mengapresiasi peran aktif masyarakat dan MPA dalam memberikan informasi dini sehingga kebakaran dapat segera ditangani.
“Kami mengimbau masyarakat untuk terus meningkatkan kewaspadaan dan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, terutama memasuki musim kemarau. Partisipasi masyarakat dalam melaporkan kejadian sejak dini sangat membantu upaya pencegahan dan penanganan karhutla,” tegasnya.
BPBD Kabupaten Barito Utara juga terus melakukan pemantauan terhadap wilayah-wilayah yang berpotensi terjadi kebakaran guna meminimalisasi dampak yang ditimbulkan serta menjaga keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.(Lna/Lsn)












