KPM di Katingan Bertambah 4.000 KK

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Katingan, Elmon Sianturi SH MH, saat menerima bantuan dari relawan luar daerah, untuk masyarakat Katingan terdampak banjir, beberapa waktu lalu .(Media Dayak/Ist)

Kasongan, Media Dayak

Kabar gembira bagi masyarakat Katingan, khususnya bagi Keluarga Penerima Mamfaat (KPM). Pasalnya, Bantuan Sosial (Bansos) Program Sembako atau disebut pula dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) di Kabupaten Katingan sudah disetujui oleh Pemerintah Pusat melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI. 

Demikian yang diungkapkan Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Katingan, Elmon Sianturi kepada sejumlah media, Senin siang (8/12) kemaren, di ruang kerjanya.

Adapun usulan BPNT yang telah diterima dan disetujui di Kemensos RI tersebut menurut Elmon, sekitar 4.000 KPM. Sebelumnya sekitar 4.087 KPM, dan sekarang bertambah sekitar 4.000 PKM. “Sehingga total PKM secara keseluruhan di Katingan ini menjadi 8.087 KPM,” sebut Elmon.

Meskipun mendapat penambahan ribuan KPM, namun untuk pengirimannya secara bertahap. Maksudnya, tidak langsung diterima sekaligus secara bersamaan.

Begitu pula dengan BPNT yang diterima oleh masing-masing KPM. KPM tidak harus menerima BPNT nya setiap bulan. “Tapi, bisa pula dua bulan sekali,” terangnya. 

Kendati bantuannya berupa uang tunai yang diserahkan Kemensos di salah satu Bank, namun Bank yang telah ditunjuk untuk membantu penyaluran BPNT tersebut saat mengucurkan ke masing-masing PKM berupa sembako, yang jika dinilai dengan uang, sekitar Rp 300 ribu per KPM. Sembako dimaksud menurutnya berisi beras dan sejumlah bahan kebutuhan pokok lainnya 

Sistemnya pendistribusiannya, oleh pemerintah pusat menurutmya, melalui Kementerian Sosial (Kemensos) RI menyerahkan berupa uang kepada salah satu Bank yang ditunjuk untuk membagikannya kepada masing-masing PKM. “Setelah itu Bank yang bersangkutan lah yang membagikannya dalam bentuk sembako yang nilainya sekitar Rp 300 perbulan “Dengan bantuan tersebut diharapkan kepada masing-masing KPM benar-benar memanfaatkan bansos tersebut,” harap mantan kepala Dinas PM dan PTSP ini. (Lsn/Ist)