Konflik Agraria Tidak kunjung beres

SP Lumban Gaol
Sampit, Media Dayak
Konflik Agraria selalu saja menjadi isu hangat di Wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) SP Lumban Gaol, menurutnya kasus sengketa di Desa Baampang ini sudah sangat keterlaluan dikarenakan telah menggarap areal pemakaman sehingga ditanami menjadi perkebunan kelapa sawit.
“kalau memang ini benar adanya dan didalam areal perusahaan dan ditanami dengan sawit maka ini sudah keterlaluan,” ujar SP Lumban Gaol.
Selain itu dirinya juga mengatakan bahwa pihak perusahaan demikian sudah tidak lagi memiliki rasa hormat terhadap orang yang sudah meninggal. “Artinya sedikitpun pihak korporasi ini tidak punya niat baik terhadap masyarakat, karena hak orang yang sudah meninggal pun telah diabaikan, apalagi terhadap orang sekitar kebun yang masih hidup, tak mungkin orang yang sudah meninggal bisa berteriak minta tolong ketika hak dan wilayahnya digusur,” ujarnya.
Pihaknya dari Komisi I akan segera menindaklanjuti permasalahan yang dihadap warga tersebut, karena dirinya mengganggap permasalahan ini bukanlah masalah sepele. Dia mengakui baru kali ini mendengar kasus kuburan ditengah kelapa sawit. Jika ditelusuri benang merahnya maka konflik antarab perusahaan dan ahli waris itu sebenarnya cukup terang benderang.
“Dan yang paling bertanggungjawab pertama atas hal ini adalah perusahaan sedangkan dipihak pemerintah yang paling pertama bertanggungjawab adalah kepala desa, Saya berharap dalam waktu yang tidak lama harus segera berita ini diklarifikasi oleh keduabelah pihak dengan baik. Dan masyarakat yang merasa keberatan agar segera menguasai lokasi dimaksud dan memberi batas tanpa perlu ragu. Tidak perlu menunggu mediasi dan harus diseterilkan terlebih dahulu lokasi makam, jangansampai kita menjadi kualat akibat kelalaian yang kita buat sendiri,”tandasnya. (Em/Lsn)