Kobar Dorong Pendidikan Terintegrasi Melalui Inovasi GERTAK BANUA

Kepala Disdikbud Kobar Muhammad Alamsyah bersama Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Ahmad Rois, dalam acara launching Program GERTAK BANUA, di Aula Sangga Banua Kantor Bupati Kobar, Kamis (25/6) (Media Dayak/Ist)
Pangkalan Bun, Media Dayak
Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) meluncurkan Program GERTAK BANUA (Gerakan Terpadu Akselerasi Kinerja Banua) sebagai inovasi dalam memperkuat layanan pendidikan terpadu di daerah.
Peluncuran program tersebut berlangsung di Aula Sangga Banua, Kamis (25/6), dan menjadi bagian dari upaya menghadirkan tata kelola pendidikan yang lebih efektif, terintegrasi, serta responsif terhadap kebutuhan masyarakat.
Program GERTAK BANUA merupakan Proyek Perubahan dalam Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II yang diinisiasi oleh Kepala Disdikbud Kobar sebagai langkah strategis untuk memperkuat sistem layanan pendidikan melalui integrasi program, data, dan kolaborasi antar pemangku kepentingan.
Peluncuran program dilakukan secara resmi oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan Sumber Daya Manusia (SDM), Ahmad Rois, yang hadir mewakili Bupati Kotawaringin Barat.
Dalam sambutannya, Ahmad Rois mengapresiasi hadirnya inovasi GERTAK BANUA yang dinilai dapat menjadi pengungkit dalam meningkatkan kualitas layanan pendidikan di Kabupaten Kobar.
Menurutnya, penguatan sektor pendidikan tidak hanya membutuhkan kebijakan yang tepat, tetapi juga kerja sama dan integrasi seluruh pihak agar pembangunan pendidikan dapat berjalan lebih optimal.
“Pendidikan membutuhkan sinergi bersama. Dengan adanya integrasi layanan seperti GERTAK BANUA, diharapkan seluruh program dapat berjalan lebih terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disdikbud Kobar Muhammad Alamsyah menjelaskan, GERTAK BANUA dirancang sebagai platform integrasi layanan pendidikan yang menghubungkan berbagai program dan data pendidikan secara terpadu.
Melalui sistem tersebut, proses perencanaan, pelaksanaan, monitoring, hingga evaluasi program pendidikan diharapkan dapat berjalan lebih efektif serta mendukung pengambilan keputusan berbasis data.
“Program ini menjadi wujud komitmen Disdikbud Kabupaten Kotawaringin Barat dalam mendukung transformasi pendidikan melalui penguatan tata kelola, peningkatan kualitas pelayanan publik, serta pengembangan sumber daya manusia pendidikan yang berkelanjutan,” kata Alamsyah.
Pada kegiatan tersebut juga dilakukan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan berbagai pihak lintas sektor, mulai dari perangkat daerah, dunia usaha dan dunia industri, hingga organisasi mitra pendidikan.
Kerja sama tersebut melibatkan Yayasan Bumitama, Abdul Rasyid Foundation, Asosiasi Pemerintah Desa Seluruh Indonesia (APDESI), Tim Pembina Posyandu, Pokja Bunda PAUD, serta Forum PKBM Kotawaringin Barat.
Kolaborasi ini menjadi bagian dari upaya memperkuat ekosistem pendidikan di Kabupaten Kobar agar layanan yang diberikan semakin luas, terpadu, dan berdampak bagi masyarakat.
Kegiatan peluncuran GERTAK BANUA turut dihadiri unsur perangkat daerah, pemangku kepentingan bidang pendidikan, kepala satuan pendidikan, pengawas sekolah, penilik, mitra pembangunan, serta tamu undangan lainnya.
Dengan diluncurkannya GERTAK BANUA, Disdikbud Kobar berharap terbangun sinergi yang semakin kuat dalam mewujudkan sistem pendidikan daerah yang berkualitas, inklusif, adaptif, dan berdaya saing.
“Melalui GERTAK BANUA, kita membangun integrasi layanan pendidikan yang lebih kuat untuk mewujudkan tata kelola pendidikan yang efektif, akuntabel, dan berdampak bagi masyarakat Kabupaten Kotawaringin Barat,” pungkas Alamsyah. (MMC Kobar/Rd/Lsn/Aw)