Ketua TP PKK Barito Utara Hj Maya Savitri Shalahuddin Ajak Siswa SMAN 4 Muara Teweh Tolak Pernikahan Usia Anak

PENCEGAHAN PERNIKAHAN USIA ANAK-Ketua TP PKK Barito Utara Hj Maya Savitri Shalahuddin saat memberikan materi terkait pencegahan pernikahan usia anak kepada sisa siswi baru yang mengikuti kegiatan MPLS di SMA Negeri 4 Muara Teweh, Rabu (15/7).(foto:Media Dayak)
Muara Teweh, Media Dayak
Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Barito Utara, Hj Maya Savitri Shalahuddin, memberikan materi tentang pencegahan perkawinan usia anak kepada peserta Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) di SMA Negeri 4 Muara Teweh, Rabu (15/7).
Dalam paparannya, Hj Maya Savitri Shalahuddin menjelaskan bahwa perkawinan usia anak merupakan perkawinan yang dilakukan oleh seseorang yang belum mencapai usia 19 tahun sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 16 Tahun 2019 tentang Perkawinan.
Ia menegaskan bahwa pernikahan pada usia dini dapat menimbulkan berbagai dampak negatif, baik dari sisi kesehatan, pendidikan, maupun sosial ekonomi. Risiko komplikasi kehamilan dan persalinan, meningkatnya angka kematian ibu dan bayi, hingga terganggunya kesehatan mental menjadi beberapa dampak yang perlu diwaspadai.
Selain itu, kata dia anak yang menikah pada usia dini juga berpotensi mengalami putus sekolah dan kehilangan kesempatan untuk meraih masa depan yang lebih baik.
“Remaja harus memiliki cita-cita yang tinggi dan fokus menyelesaikan pendidikan. Jangan sampai masa depan yang seharusnya bisa diraih menjadi terhambat karena keputusan menikah sebelum siap secara fisik, mental, dan ekonomi,” ujar Hj Maya.
Menurutnya, berbagai faktor dapat menjadi penyebab terjadinya perkawinan usia anak, di antaranya kemiskinan, rendahnya tingkat pendidikan, pengaruh budaya, kehamilan yang tidak direncanakan, kurangnya pengetahuan tentang kesehatan reproduksi, serta tekanan lingkungan.
Dalam kesempatan tersebut, Hj Maya juga mengajak para siswa untuk memahami pentingnya kesehatan reproduksi, menghindari pergaulan berisiko, serta berani berdiskusi dengan orang tua, guru, maupun konselor apabila menghadapi persoalan yang dapat memengaruhi masa depan mereka. Ia menekankan bahwa pendidikan merupakan kunci utama untuk membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berprestasi.
Selain itu, Ketua TP PKK Barito Utara menegaskan bahwa upaya pencegahan perkawinan usia anak memerlukan peran aktif seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, masyarakat hingga pemerintah.
Dengan komunikasi yang baik, pendidikan yang memadai, serta dukungan lingkungan yang positif, setiap anak dapat tumbuh dan berkembang secara optimal untuk meraih cita-citanya.
Kegiatan ini mendapat perhatian dan antusiasme para peserta MPLS yang mengikuti materi dengan serius. Melalui penyampaian tersebut, diharapkan para siswa memiliki pemahaman yang lebih baik mengenai pentingnya merencanakan masa depan, melanjutkan pendidikan setinggi mungkin, dan menghindari perkawinan usia anak demi mewujudkan generasi Barito Utara yang berkualitas.(Lna/Aw)