Ketua DPRD Kalteng Hadiri Munas I ADPSI-ASDPSI 2025 di Bandung, Tegaskan Sinergi Legislasi Daerah

Ketua DPRD Kalteng Arton S Dohong, bersama Sekretaris DPRD Provinsi Kalteng, Pajarudinnoor, menghadiri Munas I ADPSI dan ASDPSI Tahun 2025, Senin (5/5/2025)(MMC Kalteng)
 
Bandung, Media Dayak
 
Ketua DPRD Provinsi Kalteng, Arton S Dohong, bersama Sekretaris DPRD Provinsi Kalteng, Pajarudinnoor, menghadiri Musyawarah Nasional (Munas) I Asosiasi DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ADPSI) dan Asosiasi Sekretaris DPRD Provinsi Seluruh Indonesia (ASDPSI) Tahun 2025. Kegiatan ini digelar di Ruang Rapat Paripurna DPRD Provinsi Jawa Barat, Kota Bandung, Senin (5/5/2025).
 
Munas ini menjadi forum strategis yang dihadiri oleh para pimpinan dan sekretaris DPRD dari seluruh provinsi di Indonesia. Tujuannya adalah memperkuat koordinasi dan sinergi antar lembaga legislatif daerah dalam menghadapi tantangan pembangunan dan pemerintahan di era otonomi daerah.
 
Dalam sambutannya, Arton S Dohong menegaskan pentingnya peran ADPSI sebagai wadah kolaboratif antar DPRD provinsi untuk menyelaraskan kebijakan pusat dan daerah.
 
“ADPSI merupakan jembatan strategis dalam memperjuangkan kepentingan daerah melalui harmonisasi kebijakan nasional dan daerah,” ujar Arton.
 
Senada dengan itu, Sekretaris DPRD Kalteng, Pajarudinnoor, menekankan bahwa kehadiran ASDPSI sangat krusial dalam memperkuat peran kelembagaan Sekretariat DPRD.
 
“ASDPSI menjadi forum yang tepat untuk bertukar gagasan, inovasi, dan solusi guna mendukung kinerja DPRD yang profesional dan efisien,” ujarnya.
 
Selain menjadi ajang silaturahmi nasional, Munas ini juga membahas sejumlah agenda strategis, di antaranya pemilihan pengurus baru, perumusan program kerja jangka menengah 2025–2030, serta diskusi tematik tentang peran DPRD dalam memperkuat otonomi daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
 
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini diharapkan menghasilkan keputusan penting yang dapat memperkuat peran DPRD sebagai mitra pemerintah daerah dalam mendorong pembangunan nasional berbasis kearifan lokal.(MMC/YM/Aw)