Kepala KPw BI Kalteng Larang Kata Batik Kalteng

Desainer Steffan Adji memberi salam kepada penonto pagelaran busana Kesah Benang Bintik-Tabela Bisa di Gedung KONI Kalimantan Tengah, Palangka Raya, Sabtu (6/8) malam.(Media Dayak/Asep)

Palangka Raya, Media Dayak

Kepala Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Provinsi Kalimantan Tengah, Yura Djalins melarang masyarakat di daerah setempat untuk menggunakan kata batik Kalteng.

“Untuk memperkenalkan Benang Bintik agar lebih dicintai masyarakat luas, mulai besok, tidak ada lagi yang mengenakan (kata,red) batik Kalteng, tapi Benang Bintik,” katanya saat membuka fashion show Kesah Benang Bintik-Tabela Bisa, Sabtu (6/8) malam di Gedung KONI Kalimantan Tengah, Palangka Raya.

Yura menjelaskan, batik merupakan wastra dengan motif khas yang dibuat dan dimiliki masyarakat Jawa, sehingga penggunaan kata batik untuk wastra dengan motif khas Kalimantan Tengah tidak tepat.

“Wastra dengan motif khas Kalimantan Tengah telah memiliki nama sendiri, yaitu Benang Bintik. Sama seperti halnya wastra dengan motif khas Kalimantan Selatan yang disebut Sasirangan,” tegasnya.

Pagelaran busana Kesah Benang Bintik Yura harapkan, dapat lebih memasyarakatkan penggunaan kata Benang Bintik dan menggantikan kata Batik Kalteng untuk menyebut wastra dengan motif khas Kalimantan Tengah.

Sementara itu, Fashion show Kesah Benang Bintik-Tabela Bisa menampilkan 20 karya desainer asal Kabupaten Gunung Mas, Steffan Adji. Pakaian yang ditampilkan memiliki berbagai kategori usia dan berbagai fungsi.

Melalui pagelaran busana Kesah Benang Bintik-Tabela Bisa, Steffan Adji mengatakan, ingin mengajak generasi muda untuk berani keluar dari zona nyaman dan menjadi agen perubahan.

“Pemuda tidak boleh lagi menempatkan diri di belakang layar melainkan harus berani menampilkan jati dirinya. Tabela bisa dibungkus dengan semangat itu, sehingga teman-teman di luar sana dengan profesi apapun, bakat apapun, harus berani mengambil peran,” tutupnya.(Aw)