Kemenpar-RI Gencarkan Promosi Pariwisata Asdy Narang : Manfaatkan Kemudahan Akses Teknologi

Foto bersama Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Kemenpar-RI, Norman Sasono (Kedua dari Kiri) dan anggota Komisi X DPR-RI Asdy Narang (Ketiga dari Kiri), dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pemasaran,kemarin.(Media Dayak/Novan)

Palangka Raya, Media Dayak

     Sebagai upaya meningkatkan perekonomian nasional melalui sektor kepariwisataan di Indonesia khususnya Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng), Kementrian Pariwisatan Republik Indonesia (Kemenpar-RI) menggelar ‘Bimbingan Teknis (Bimtek) Strategi Pemasaran Pariwisata di Era 4.0’, di Ballroom Bahalap Hotel, jalan RTA. Milono, Selasa (3/9).

Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran I, melalui Asisten Deputi Strategi dan Komunikasi Pemasaran Kemenpar-RI, Norman Sasono dalam paparannya mengungkapkan, sektor Kepariwisataan merupakan salah satu penghasil pendapatan terbesar di Indonesia dan saat ini, pihak Pemerintah melalui Kemenpar-RI terus berupaya untuk terus meningkatkan promosi Kepariwisataan melalui berbagai program dan strategi pemasaran.

“Berdasarkan data yang kami terima, saat ini sektor Kepariwisataan merupakan salah satu penghasil pendapatan terbesar di Indonesia. Bahkan tidak hanya di Indonesia, pendapatan di negara-negara seperti Eropa juga didukung oleh sektor Kepariwisataan. Oleh karena itu, Kemenpar-RI terus berupaya untuk terus meningkatkan promosi Kepariwisataan melalui berbagai program dan strategi pemasaran yang saat ini sudah berjalan.”Ucap Norman.

Dikatakan Norman, salah satu strategi pemasaran yang digunakan oleh Kemenpar-Ri adalah dengan menggencarkan promosi Kepariwisataan melalui media reguler (cetak) maupun berbasis daring, serta promosi melalui kerjasama konvensional dengan maskapai penerbangan, Bandara nasional serta beberapa aplikasi Travelling.

“Untuk strategi pemasaran, Kemenpar -RI mempromosikan Pariwisata Indonesia melalui Media reguler (cetak) maupun berbasis daring dengan memanfaatkan iklan berbayar (Advertising) dan Adsence seperti Google, Youtube, Instagram, Facebook, Twitter, serta promosi melalui kerjasama konvensional dengan maskapai penerbangan, Bandara nasional serta beberapa aplikasi Travelling seperti Traveloka. Bahkan Kemenpar-RI juga meluncurkan program kerjasama promosi wisata dengan beberapa negara tetangga seperti Singapura dan Malaysia yang disebut Tourism Heart,”Terangnya.

Disisi lain, anggota Komisi X DPR-RI yang membidangi Kepariwisataan Asdy Narang menegaskan, sektor Kepariwisataan khususnya di Bumi Tambun Bungai perlu terobosan baru dalam segi promosi wisata serta perlu pembenahan secara signifikan, sehingga pemasaran Kepariwisataan Kalteng dapat berkembang dan menjadi penopang Pendapatan Asli Daerah (PAD) secara definitif.

“Untuk Kepariwisataan Kalteng, kita jelas perlu terobosan dari segi promosi dan dengan tidak terpilihnya Kalteng menjadi Ibukota Negara, hal ini memberikan kesempatan kepada Kalteng untuk membenahi sektor Pariwisata karena Pariwisata mampu menunjang PAD apabila dikelola dengan baik,”Tandas Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) ini.

Dikatakan Asdy, dengan adanya perkembangan dan kemudahan akses teknologi saat ini, tentunya bisa dimanfaatkan oleh Pemerintah untuk menunjang berbagai promosi destinasi wisata Indonesia hingga ke Mancanegara. Oleh karena itu, dirinya berharap perkembangan akses teknologi ini dapat di manfaatkan Pemerintah khususnya untuk promosi wisata daerah.

“Dengan memanfaatkan akses teknologi saat ini, bisa di ibaratkan ‘Dunia Dalam Genggaman’ yang artinya segala sesuatu bisa kita lihat hanya melalui Gadget. Oleh karena itu, kita berharap Pemerintah bisa memanfaatkan kemudahan akses teknologi ini untuk meningkatkan promosi wisata-wisata di daerah. Apabila tidak seperti itu, maka berkembangnya sektor Pariwisata daerah akan berjalan lambat.”Pungkasnya.(Nvd)