Kelola Sampah,DPU Anggarkan Rp 200 Juta

Sampah yang menumpuk di TPA kilometer 12 ruas jalan Kuala Kurun-Tewah bakal dikelola dengan sistem sanitary landfill tahun ini.(Dayak Pos/Novri JK Handuran)

Bacaan Lainnya

Kuala Kurun,Media Dayak

     Dalam pengelolaan sampah yang menumpuk di tempat pembuangan akhir (TPA)kilometer 12 ruas jalan Kuala Kurun – Tewah,Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gunung Mas (Gumas),kata Kadis PU Gumas, Champili, melalui Kabid Kebersihan, Pertamanan, dan PJU,Karya,tahun ini bakal menggunakan sistem sanitary landfill dengan anggaran  Rp 200 juta lebih yang bersumber dari APBD Gumas 2019.

“(Anggaran Rp 200 juta lebih)itu gunakan untuk menyewa alat berat. Tahun ini, akan dilakukan tiga hingga empat kali penimbunan sampah di areal itu(TPA),” kata Karya, Jumat (4/1).

“Cara kerjanya(sistem sanitary landfill) dengan membuang dan menumpuk sampah di lokasi yang cekung, memadatkannya dan  menimbunnya dengan tanah,” tambahnya.

“Dengan sistem ini,sampah yang menumpuk akan diratakan dan dipadatkan dengan  alat berat, seperti buldoser dan eksavator,” lanjut dia.

Proses selanjutnya,sambung Karya,sampah ditimbun dengan tanah secara berlapis-lapis, sehingga makin padat.

Pria yang akrab dengan pewarta itu menyatakan pihaknya memilih sistem sanitary landfill lantaran murah dan tidak memerlukan investasi besar dalam bentuk peralatan.

“Pengelolaannya hanya memerlukan lahan yang luas dan jauh dari pemukiman, menampung berbagai jenis sampah, mampu menghasilkan energi listrik karena sampah akan mengeluarkan gas metana, serta mengurangi polusi udara.Kita menggunakan sistem ini karena pengoperasiannya merupakan termurah dari berbagai opsi yang ada,” terangnya.

Penggunakan sistem ini,ujar dia memberi dampak positif bagi masyarakat, dimana sampah tidak akan berserakan, tidak menimbulkan bau, tidak menjadi sumber penyakit, serta meninggikan tempat yang rendah di TPA, sehingga dapat dimanfaatkan untuk keperluan lain.

”Untuk Design(perencanaan) sistem ini tidak ada kendala, karena kita masih memiliki lahan yang cukup luas,”akunya.

Terkait armada pengangkut dan petugas persampahan,dia mengaku saat ini jumlahnya sudah cukup memadai.

“(Armada)kita memiliki  empat unit truk dengan 42 orang petugas.Memang( untuk armada)memerlukan peremajaan dan perawatan.Tahun ini, kita juga akan melakukan pengadaan bak sampah dengan Budget  Rp 200 juta. Bak sampah itu akan ditempatkan di  Kota Kuala Kurun,untuk kecamatan masih belum,” tukasnya.(Nov/Lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *