Kegiatan Rembuk Stunting Diikuti 230 Peserta

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Siswadoyo saat menyampaikan laporan pada kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di balai Antang Muara Teweh.(Media Dayak/Ist)

Muara Teweh, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Dinas Kesehatan Kabupaten Barito Utara melaksanakan kegiatan Rembuk Stunting yang dilaksanakan di gedung balai Antang Muara Teweh. Rembuk Stunting ini dihadiri Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, mewakili unsur Forkopimda, Sekretaris Daerah, instansi vertikal, Direktur RSUD Muara Teweh, Camat se-Barito Utara, Kelapa Desa se Barito Utara dan undngan lainnya.

Peserta kegiatan Rembuk Stunting melibatkan pemangku kepentingan dl ingkungan Pemerintah Kabupaten Barito Utara berjumlah 230 orang yang terdiri dari unsur pimpinan, Forkopida/Kanwil/instansi vertikal.

Dan untuk percepatan penurunan stunting, perguruan tinggi, Perbankan, Akademisi, LSM, Ormas, Asosiasi dan profesi, tokoh masyarakat, dan Lembaga non departemen lainnya di Barito Utara.

Kepala Dinas Kesehatan Barito Utara Siswadoyo mengatakan beberapa tahun belakangan ini, stunting menjadi perhatian besar pemerintah terutama karena hasil Risert Kesehatan Dasar yang menunjukkan peningkatan pravalensi stunting nasional di Tahun 2010 sebesar 35,5 persen menjadi 37,2 persen di tahun 2013.

Stunting katanya, sebagai masalah kesehatan masyarakat membutuhkan penanganan serius dari berbagai pihak. “Di Tahun 2018 pravalensi stunting nasional menurun ke angka 30,8 persen. Angka tersebut tatap masih terhitung sangat tinggi jika mengacu pada standart yang ditetapkan oleh WHO,” katanya.

Tingginya angka stunting di Indonesia mendorong pemerintah gencar menangani permasalahan tersebut. Namun pemerintah masih memiliki keterbatasan informasi. “Sehingga perumusan kebijaka seringkali terkendala oleh keterbatasan informasi terkait penetapan sasaran program, dan pada Tahun 2022 Kabupaten Barito Utara ditetapkan sebagai Kabupaten Lokus Stunting,” ucapnya saat menyampaikan laporan Rembuk Stunting.

Lebih lanjut dikatakan Siswandoyo, sebagai komitmen dalam melakukan percepatan pencegahan dan penurunan Stunting maka Pemerintah Kabupaten Barito Utara  melaksanakan 8 (delapan) aksi percepatan pencegahan dan penurunan stunting terintegrasi sesuai dengan juknis pedoman pelaksanaan intervensi penurunan stunting terintegrasi kabupaten/kota yang dikeluarkan oleh Kementerian Perencanaan dan Pembangunan Nasional/Badan perencanaan Pembangunan Nasional. “Delapan aksi tersebut dilaksanakan dalam jangka waktu 1 (satu) tahun,” ujarnya.

Adapun delapan aksi tersebut yakni, melakukan identifikasi sebaran stunting, ketersediaan program dan kendala dalam pelaksanaan integrasi intervensi gizi, menyusun rencana kegiatan untuk meningkatkan pelaksanaan integrasi intervensi gizi, merencanakan rembuk stunting tingkat kabupaten/kota, memberikan kepastian hukum bagi desa untuk menjalankan peran dan kewenangan desa dalam intervensi gizi terintegrasi, memastikan tersedianya dan berfungsinya kader yang membantu  pemerintah desa dalam pelaksanaan intervensi gizi terintegrasi di tingkat desa.

Selain itu juga untuk meningkatkan system pengelolaan data stunting dan cakupan intervensi di tingkat kabupaten/kota, melakukan pertumbuhan dan perkembangan anak balita dan publikasi angka stunting kabuoaten/kota serta melakukan review kinerja pelaksanaan program dan kegiatan terkait penurunan stunting selama satu tahun terakhir.

Lanjut Kadis Kesehatan, pada saat ini Barito Utara melaksanakan aksi 3 (tiga) yaitu Rembuk Stunting, yang meliputi rencana-reancana kegiatan penurunan Stunting terintegrasi dan memastikan terjadinya pelaksanaan intervensi penurunan stunting secara bersama-sama antar OPD penanggung jawab layanan dengan sector/lembaga pemerintah dan masyarakat dilokasi prioritas (Lokus Penanganan).

Dikatakannya lagi hasil kegiatan sebagai dasar gerakan percepatan pencegahan stunting Kabupaten Barito Utara melalui integrasu program/kegiatan yang dilakukan antar OPD penanggung jawab layanan dan partisipasi masyarakat.(lna/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *