Kasus Narkoba Terbanyak Ditangani PN Kurun

Ketua Pengadilan Negeri Kuala Kurun Bukti Firmansyah. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Ketua Pengadilan Negeri (PN) Kuala Kurun Kabupaten Gunung Mas (Gumas) Bukti Firmansyah menyampaikan sepanjang tahun 2022 perkara yang masuk ke pihaknya sebanyak 106 perkara.

“Dari jumlah itu [106 perkara], perkara terbanyak adalah kasus narkoba sebanyak 36 perkara,” ujar Bukti, Kamis (23/3).

Setelah itu kasus pencurian 24 perkara, perlindungan anak 4 perkara, penggelapan 6 perkara, penganiayaan 8 perkara dan penipuan 2 perkara.

“Kejahatan perjudian sebanyak 1 perkara. Penadahan, penertiban dan pencetakan 2 perkara, tindak pidana senjata api atau benda tajam 7 perkara, informasi dan transaksi elektronik 1 perkara dan lalu lintas 1 perkara,” kata Bukti.

Kemudian pembunuhan 4 perkara, pemalsuan surat 2 perkara, kejahatan terhadap kesusilaan 2 perkara, penebangan kayu 1 perkara, kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan minyak dan gas bumi 1 perkara, serta pertambangan mineral dan batu bara 3 perkara.

Adapun perkara yang sudah inkrah, menurut Bukti yakni narkoba 31 perkara, pencurian 24 perkara, perlindungan anak 5 perkara, penggelapan 4 perkara, penganiayaan 8 perkara dan penipuan 2 perkara.

Penadahan, penertiban dan pencetakan 2 perkara, tindak pidana senjata api atau benda tajam 6 perkara, informasi dan transaksi elektronik 1 perkara dan lalu lintas 1 perkara.

Pembunuhan 4 perkara, pemalsuan surat 2 perkara, kejahatan kesusilaan 3 perkara, penebangan kayu 1 perkara, kerusakan lingkungan akibat kegiatan pertambangan minyak dan gas bumi 1 perkara, serta pertambangan mineral dan batu bara 3 perkara.

“Perkara yang belum inkrah yakni narkoba sebanyak 9 perkara, penggelapan 2 perkara, penganiayaan 1 perkara, kejahatan perjudian 1 perkara, tindak pidana senjata api atau benda tajam 1 perkara, serta pembunuhan 1 perkara,” terangnya.

Bukti menegaskan pihaknya berkomitmen memberikan layanan prima kepada para pencari keadilan di Gumas, baik pada perkara pidana dan perdata. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait