Karnaval Budaya FBIM tahun 2023, Barito Utara Tampilkan Legenda “Tiung Gomba”

KARNAVAL BUDAYA FBIM-Kontingen Kabupaten Barito Utara pada Karnaval Budaya menampilkan Legenda Tiung Gomba. Legenda ini sangat melekat di masyarakat Kabupaten Barito Utara khususnya di Desa Lemo wilayah kaki Gunung Pararawen Kecamatan Teweh Tengah.(Media Dayak:dok.Disbudparpora Barito Utara)
Muara Teweh, Media Dayak
Dalam Karnaval Budaya pada Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) tahun 2023, kontingen Kabupaten Barito Utara, menampilkan legenda “Tiung Gomba”. Dalam kegiatan itu kontingen Kabupaten Barito Utara diikuti oleh 30 orang peserta dari total 200 orang yang mengikuti rangkaian lomba di acara FBIMtahun 2023.
Rombongan kontigen karnaval Kabupaten Barito Utara diketuai langsung oleh Kepala Dinas Kebudayaan, Pariwisata, Kepemudaan dan Olahraga (Disbudparpora) Kabupaten Barito Utara Hj Annisa Cahyawati.
Dalam Karnaval Budaya tersebut, Kabupaten Barito Utara menampilkan Legenda “Tiung Gomba”, yakni legenda yang sangat melekat di kalangan warga masyarakat Kabupaten Barito Utara khususnya masyarakat di Desa Lemo Kecamatan Teweh Tengah.
Kepala Dinas Budparpora Barito Utara mengatakan legenda ini menceritakan sebuah kisah seorang putri cantik nan molek bernama Ayang Sari dari Raja bernama Tiung Gomba yang diambil dari buaya putih ghaib penghuni sungai dipedalaman Barito Utara, tepatnya di Desa Lemo di kaki Gunung Pararawen Kecamatan Teweh Tengah.
Peristiwa ini terjadi dikarenakan kecerobohan Tiung Gomba sendiri yang berjanji jika kelak mempunyai anak perempuan akan diberikan kepada buaya putih karena Tiung Gomba menginginkan anak laki-laki.
Singkat cerita kata Kadis Budparpora Hj Annisa Cahyawati, Tiung Gomba dikaruniai anak perempuan yang bernama Putri Ayang Sari dan buaya putih itu pun menagih janjinya. Untuk memberikan keamanan, sang Raja mengajak putri dan keluarganya berpindah tempat ke daerah yang lebih tinggi di Gunung Pararawen.
Namun sang buaya terus berusaha dan pada akhirnya berhasil mengambil sang putri melalui lubang yang buat dari tepian Sungai Barito sampai ke puncak Gunung Pararawen.
“Bekas lubang tersebut oleh masyarakat setempat dinamakan Sumur Ayang, dan menjadi salah satu destinasi atau tujuan wisata alam di Kabupaten Barito Utara,” kata Annisa Cahyawati.
Festival Budaya Isen Mulang (FBIM) merupakan salah satu festival budaya yang paling ditunggu di Indonesia terkhususnya Provinsi Kalimantan Tengah.
Festival Budaya Isen Mulang atau yang secara harfiah berarti “Pantang Mundur” digelar sejak Senin tanggal 22–27 Mei 2023 di Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
FBIM tahun 2023 ini adalah salah satu rangkaian dalam rangka memperingati Hari Jadi ke 66 Provinsi Kalimantan Tengah.
FBIM bertujuan untuk memperkenalkan kembali keanekaragaman budaya di Provinsi Kalimantan Tengah, salah satunya melalui karnaval budaya yang sangat menarik dari berbagai daerah.(lna/Aw)