Karhutla Kalteng Meluas: Palangka Raya Terkejar Kabut Asap dan Krisis Air, Pemprov Kerahkan Helikopter water bombing

Palangka Raya, Media Dayak
Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah (Kalteng) memasuki fase kian mengkhawatirkan. Tak hanya statistik kejadian yang terus melonjak, kabut asap tebal kini mulai menyelimuti wilayah Kota Palangka Raya akibat penumpukan titik api di perbatasan serta maraknya kebakaran di lahan gambut yang kian sulit dipadamkan.
Berdasarkan data terbaru Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPB-PK) Provinsi Kalteng, total luasan lahan terdampak di tingkat provinsi dari hasil verifikasi citra satelit dan ground check telah menembus 3.069,52 hektare dengan 563 kejadian dan sebaran 2.844 titik panas (hotspot).
Di tingkat lokal, Kota Palangka Raya memegang rekor tertinggi dalam frekuensi kejadian karhutla di Kalteng. BPBD Kota Palangka Raya mengonfirmasi akumulasi penanganan telah menembus 109 kali kejadian dengan total area terbakar melampaui 53,81 hektare.
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Palangka Raya, Heri Pauzi, mengatakan intensitas kebakaran masih cukup tinggi dan tersebar di sejumlah wilayah. Berdasarkan sebaran wilayah, Kecamatan Jekan Raya menjadi daerah dengan jumlah kejadian terbanyak, yakni 74 kejadian. Disusul Kecamatan Sebangau sebanyak 19 kejadian, Kecamatan Pahandut sebanyak 12 kejadian, dan Kecamatan Bukit Batu sebanyak 4 kejadian. Sementara itu, Kecamatan Rakumpit hingga kini menjadi satu-satunya wilayah di Kota Palangka Raya yang belum mencatat adanya kejadian karhutla.
Sementara itu, untuk tingkat provinsi, konsentrasi titik panas (hotspot) tertinggi terdistribusi di beberapa daerah:
-
Kabupaten Kotawaringin Timur: 401 titik
-
Kabupaten Lamandau: 374 titik
-
Kabupaten Kapuas: 365 titik
-
Kabupaten Katingan: 356 titik
Di lapangan, upaya pemadaman oleh Tim Satgas Gabungan kini membentur kendala krusial. Mengeringnya parit dan kanal akibat kemarau panjang membuat pasokan air di sekitar lokasi kebakaran habis. Petugas darat terpaksa mengandalkan sumur bor warga serta bantuan operasi udara.
Guna mengatasi lokasi yang tak terjangkau jalur darat, Pemprov Kalteng bersama BNPB telah mengerahkan 4 unit helikopter water bombing serta menyiagakan 94 personel untuk patroli dan pemadaman masif.
Melihat maraknya kebakaran di lahan gambut milik masyarakat yang tertutup semak belukar, Wali Kota Palangka Raya, Fairid Naparin, menegaskan bahwa indikasi unsur kesengajaan dalam pembukaan lahan akan ditindak secara hukum.
Pihak kepolisian saat ini telah turun ke lapangan untuk memeriksa sejumlah pemilik lahan yang terbakar. Pelaku yang terbukti membakar lahan terancam sanksi pidana berat.
Selain penindakan, Pemkot Palangka Raya terus memperkuat sinergi dengan kabupaten tetangga, seperti Pulang Pisau, Katingan, dan Gunung Mas,guna menekan sebaran asap lintas wilayah. Masyarakat diimbau keras untuk tidak membakar lahan dalam kondisi angin kencang dan cuaca kering, serta segera melaporkan kemunculan titik asap kepada posko siaga bencana terdekat. (Arj/Lsn)