Kantor Pertanahan Gumas Sosialisasikan Program Strategis

Kepala KP Gumas Ferdinan Adinoto (duduk empat dari kiri) bersama peserta Sosialiasi Program Strategis Semester Satu Tahun 2022 di Aula KP setempat, Rabu (10/8/2022). (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun,Media Dayak

Bacaan Lainnya

Kantor Pertanahan (KP) Gunung Mas (Gumas) mensosialisasikan Program Strategis Semester Satu Tahun 2022 di Aula KP setempat,Rabu (10/8/2022).

Kepala KP Gumas Ferdinan Adinoto memaparkan panjang lebar terkait program strategis Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) dengan target 2.700 bidang tanah, Redistribusi Tanah untuk 3.000 bidang, dan Sertipikasi Barang Milik Negara (BMN) untuk target 101 bidang.

Realisasi kegiatan PTSL tahun 2022, dari target 2.700,yang sudah diterbitkan sebanyak 907 sertipikat, dan potensi sertipikat yang akan diterbitkan sebanyajk 1.405.

Realisasi kinerja dashboard PTSL 2022,Kabupaten Gumas menempati peringkat kedua dengan nilai kuantitas 69,35, nilai kualitas 99,52, dan nilai kinerja 85,97.

Sedangkan target kegiatan redistribusi tanah 2022, dari 10 kecamatan dan 24 kelurahan/desa, untuk inventarisasi dan identifikasi baru terealisasi 1.130.

“Kendala yang kami (KP Gumas) temukan saat pengukuran tanah di desa, yakni batas desa yang belum rampung, warga tidak berada di lokasi saat kami datang, serta kurangnya dukungan aparat desa. Saat pengukuran aparat desa membuat alasan yang sifatnya tidak mendukung kegiatan kami,” beber Nunung (panggilan karib Ferdinan Adinoto).

“Kami berharap aparat desa kedepan bisa mendukung kegiatan kami, karena apa yang kami lakukan merupakan program pemerintah untuk kemaslahatan masyarakat,” seru Nunung.

Untuk realisasi kegiatan sertipikasi BMN,alumnus SMAN 1 Palangka Raya itu menyebut instansi Pengelola Jalan Nasional II, dari 89 bidang tanah semuanya sudah dilakukan pengukuran dan dalam proses penerbitan Risalah SK.

“Instansi Kementrian Agama sudah dilakukan pengukuran untuk 3 bidang tanah dan berkas belum dikembalikan. Untuk tanah TNI (Zidam),dari 9 bidang tanah semuanya belum melengkapi berkas,” kata Nunung.

Ia menambahkan, tanah yang memiliki sertifikat sebagai upaya mencegah timbulnya sengketa terkait kepemilikan hak atas tanah di kemudian hari.

“Dengan memiliki sertifikat, tanah akan menjadi lebih mahal serta bisa menjadi jaminan ke Bank untuk mendapatkan pinjaman modal,”ujar Nunung mengakhiri. (Nov/Lsn)

 

Penulis : Novri JK Handuran

Editor   : Limson Dedy

 

 

 

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *