Kalteng Pantas Jadi Ibu Kota Karena Miliki Histori Yang Kuat

H Sugianto Sabran
Palangka Raya, Media Dayak
Isu pemindahan ibu kota pemerintahan ke luar Pulau Jawa ternyata tidak hanya menjadi pembicaraan nasional saja, melainkan menjadi hal yang ingin diketahui oleh negara tetangga.
Terbukti Selasa (17/6), Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H Sugianto Sabran mendapat kunjungan dari media CNE asal Singapura di ruang kerja Sekda Kantor Gubernur Kalteng.
Kedatangan CNE Singapore secara khusus menemui Gubernur Kalteng untuk mengetahui rencana pemindahan ibu kota pemerintahan ke daerah ini.
Gubernur Kalteng Sugianto Sabran menjelaskan kepada jurnalis CNE Singapore, bahwa Kalteng memang menjadi salah satu kandidat pemindahan ibu kota negara, selain Kalimantan Timur (Kaltim).
Dengan demikian, Kalteng hanya menjadi kandidat saja dan tidak memiliki hak untuk menentukan pemindahan ibu kota.
“Kalteng memang menjadi kandidat pemindahan ibu kota negara, tetapi yang memiliki hak untuk memutuskan kebijakan tersebut adalah presiden sebagai kepala Negara Indonesia saat ini,” katanya.
Sugianto mengakui bahwa pemindahan ibu kota negara tidaklah gampang, masih banyak hal yang harus dilalui dan dipersiapkan. Persiapannya tidak serta merta memindahkan ibu kota saja, tetapi harus melakukan beberapa kajian terlebih dahulu.
“Saya sebagai Gubernur Kalteng hanya wakil daripada pemerintah pusat yang ditugaskan memimpin daerah, tentu tidak memiliki kebijakan untuk memutuskan kebijakan pemindahan ibu kota” terang Sugianto Sabran.
Tetapi, Gubernur menegaskan, sebagai kepala daerah di Kalteng dia bisa menjawab yang memang menjadi porsinya, seperti hal-hal yang ada di Kalteng.
Misal saja, berkaitan dengan rencana pemindahan ibu kota negara ke Kalteng pihaknya akan menjawab Kalteng pantas menjadi ibu kota negara.
“Jika ditanya tentang Kalteng sebagai kandidat pemindahan ibu kota negara? saya katakan Kalteng pantas menjadi ibu kota, ada hal-hal yang menguatkan Kalteng menjadi ibu kota negara, yakni histori,” tegas orang nomor satu di Kalteng ini.
Histori itu dibawa langsung oleh presiden pertama RI Ir. Soekarno saat mengunjungi Kota Palangka Raya pada Tahun 1957.
Pada waktu itu, Sugianto menuturkan, bahwa Soekarno menancapkan tiang pertama di Kecamatan pahandut, Kota Palangka Raya dan saat ini sudah dibangun monument Soekarno.
“Kemudian Soekarno saat itu menginginkan ibu kota negara berada di Kalteng, dan ini menjadi histori yang kuat untuk Kalteng sebagai kandidat pemindahan ibu kota,” urai Sugianto kepada dua jurnalis dari media CNE Singapura.(YM)