Kalteng Ingin Punya Alat Pemusnah Sampah Medis Standar

Fahrizal Fitri

Palangka Raya, Media Dayak

     Pemerintah provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) sangat berkeinginan untuk punya mesin/alat pemusnah sampah medis yang memenuhi standar.

Sekda Kalteng Fahrizal Fitri mengatakan, alat pemusnah sampah medis yang saat ini ada di Kalteng belum berijin dikarenakan alat pemusnahan sampah medis tersebut belum sesuai ketentuan yang berlaku.

“Nah ini yang kita harapkan standar dari peralatan ini harus ditingkatkan sehingga memenuhi ketentuan dan persyaratan pemberian ijin,” katanya baru-baru ini.

Yang jadi kendala, kata Sekda Kalteng, biasanya adalah pada suhu ketentuan yang harus berada di 1000-1200°c untuk memusnahkan sampah medis. Sedangkan yang ada saat ini berada di bawah 800°c.

“Jadi alat pemusnah yang ada saat ini dianggap belum optimal untuk betul-betul membunuh kuman dan limbah medis,” terangnya.

Selama ini, Fahrizal Fitri menyatakan, sampah medis dari Kalteng dikirim ke luar daerah, seperti Surabaya, Semarang atau Jakarta yang memerlukan biaya transportasinya cukup mahal.

Disebutkan, saat ini provinsi di wilayah Kalimantan yang sudah memiliki mesin pemusnah sampah medis adalah Kalimantan Timur dan Kalimantan Selatan.

Fahrizal juga mengatakan, bahwa Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur berencana membuat perusahaan daerah yang mengelola pemusnahan sampah medis dengan insinerator.

“Saya berharap rencana ini dapat terealisasi untuk mengatasi masalah limbah medis yang terus dihasilkan namun belum terkelola dengan baik di daerah ini,” katanya.(YM)