Kalteng Berpotensi Jadi Lumbung Pangan Nasional, Kata Gubernur

Gubernur Kalteng, H Sugianto sabran saat memberikan sambutan pada acara pembukaan Pekan Daerah (PEDA) XII Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Tingkat Provinsi Kalteng Tahun 2019, Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru Katapang, Kotim, Senin (8/7).(Media Dayak/Ist)

Sampit, Media Dayak

      Gubernur Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) H. Sugianto Sabran mengemukakan daerah ini berpotensi menjadi lumbung pangan nasional, sebab memiliki lahan yang luas.

Karena itu, Pemerintah Daerah Kalteng terus mendorong usaha pertanian dalam arti luas, dengan berbagai langkah dan kebijakan. “Untuk mendukung itu bidang infrastruktur menuju sentra pertanian, terus digenjot,” kata Gubernur Kalteng.

Hal tersebut disampaikan Gubernur Sugianto Sabran saat membuka kegiatan Pertemuan Petani Andalan Daerah (PEDA) Kontak Tani Nelayan Andalan Nasional (KTAN) di Desa Eka Bahurui, Kecamatan Mentawa Baru, Kabupaten Kotim, Senin (8/7).

Kegiatan yang diikuti petani andalan nasional Kalteng ini, juga di ikuti beberapa Bupati dan pejabat terkait dari kabupaten dan kota se-Kalteng.

Menurut Gubernur Kalteng surplus dibidang produksi padi yang mencapai 754.834 ton tahun 2018 lalu. Dan menjadi salah satu sentra produsen jagung nasional dengan produksi 707.848 ton di tahun lalu.

Sedangkan untuk bawang merah Kalteng juga mampu memberi sumbangsih mencapai 695 ton, cabe merah 4.688 ton, dan populasi sapi mencapai 85.958 ekor.

Diungkapkan dengan produksi dan populasi ternak tersebut, Kalteng benar-benar ingin mempersiapkan diri sebagai lumbung pangan nasional. Tentunya dengan optimalisasi lahan, dan pengembangan food estate seluas 300.000 Hektar.

Meski Kalteng memiliki potensi yang luar biasa bidang pangan untuk kebutuhan pemindahan ibukota. Pihaknya mengakui, saat ini pemerintah masih menghadapi dua kendala utama.

“Kendala itu, pertama masalah status kawasan, yang sebagian besar masih masuk kawasan hutan, kedua terbatasnya jumlah maupun kualitas sumber daya manusia (SDM) di daerah ini, itulah yang perlu diatasi ke depanya,” beber orang nomor satu di pemerintahan Kalteng Berkah ini. Gubernur menyebut, pemerintah Kalteng bersama masyarakat harus benar-benar mempersiapkan diri, apalagi dengan gencar-gencarnya rencana pemerintah pusat memindahkan ibukota pemerintahan Republik Indonesia.

“Persiapan dari segi pembangunan infrastruktur maupun peningkatan sumber daya manusia mutlak dilakukan menghadapi kemungkinan Kalteng terpilih menjadi ibu kota pemerintahan yang baru,” tandas mantan Anggota DPR RI tersebut.

Melalui pembukaan PEDA-KTNA XII Tingkat Provinsi Kalteng, Gubernur berharap agar KTNA dapat berperan sebagai garda terdepan dalam mewujudkan pembangunan pertanian, Kehutanan dan perikanan di Kalteng. 

Pada pertemuan yang sekaligus ajang Pertemuan Mantri Tani itu, Gubernur Kalteng menerima Piagam Penghargaan Satya Lencana Adhi Bhakti Tani Pratama dan PIN emas 25 gram dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia.(YM)