Kalteng Akan Bakar Jagung 62.000 Tongkol

Palangka Raya, Media Dayak
Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi ke-62 Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Provinsi Kalteng akan melaksanakan kegiatan bakar jagung sebanyak 62.000 tongkol bersama masyarakat.
“Kegiatan bakar jagung 62.000 tongkol tersebut dipastikan akan memecahkan rekor serupa di Museum Rekor Indonesia (Muri) yang sebelumnya dipegang oleh kabupaten Jember, Jawa Timur yang membakar jagung dengan jumlah 60.000 tongkol museum rekor (Muri) Indonesia,” kata Asisten II Sekretariat Daerah Kalteng Nurul Edy mewakili Sekda Kalteng, Fahrizal Fitri, Rabu (12/6).
Mengenai jumlah jagung yang dibakar, Nurul Edy menyatakan, 62.000 tongkol jagung tersebut mencerminkan usia provinsi Kalteng yang tahun 2019 ini telah mencapai 62 tahun.
“Kegiatan bakar jagung tersebut akan kita laksanakan pada tanggal 16 Juni 2019, pukul 06.00 pagi, di Bundaran Besar yang diikuti oleh semua SOPD kabupaten/kota, dan masyarakat,” ungkapnya.
Lebih lanjut Nurul Edy menjelaskan alasan pemerintah provinsi Kalteng memilih komoditas jagung untuk memecahkan rekor Muri adalah untuk menyukseskan program ketahanan pangan di daerah setempat.
Kegiatan pemecahan rekor Muri bakar jagung terbanyak juga merupakan sikap pemerintah provinsi Kalteng dalam menyikapi tantangan dari Menteri Pertanian RI untuk menanam jagung di lahan seluas 200 ribu hektar.
“Kami juga ingin mengkampanyekan ke masyarakat bahwa bahan pangan di Kalteng tidak hanya beras, tetapi jagung juga memiliki gizi yang cukup banyak,” terangnya.
Nurul Edy menyatakan, Kalteng pernah mengekspor jagung yang dilakukan oleh Kabupaten Kotawaringin Barat beberapa waktu lalu.
“Yang sekarang ini dilakukan untuk membangkitkan semangat lagi, dan sebenarnya daerah kita siap, melakukan tantangan Menteri Pertanian tersebut,” imbuhnya.
Nurul Edy juga mengungkapkan bahwa jagung yang akan dibakar nantinya berasal dari petani di Kalampangan dan dari beberapa kabupaten terdekat lainnya.
“Rencananya, lusa jagung sudah dipanen semua dan siap kita gunakan hari Minggu pagi di Bundaran Besar. Nanti jagungnya dibakar dan akan kita makan bersama-sama dengan masyarakat di bundaran besar,” pungkasnya.(YM)