Kades : Sudah di sampaikan ke Pemkab dan perbaikan jalan tidak bisa menggunakan dana desa

KONDISI JALAN DESA DATAI NIRUI – Seperti ini lah kondisi Jalan di Desa Datai Nirui Kecamatan Teweh Tengah yang dikeluhkan warga setempat. (Foto : Media Dayak/ist)

Muar Teweh, Media Dayak

Warga Desa Datai Nirui, (Trans 55) Kecamatan Teweh Tengah, Kabupaten Barito Utara (Barut), mengeluhkan kondisi jalan desa yang saat ini rusak parah, terlebih pada saat musim penghujan membuat jalan rusak dan berlumpur sangat sulit di lalui kendaraan roda (dua) maupun roda 4 (empat) harus ekstra hati-hati agar tidak terjadi kecelakaan.

Terkait jalan di Desa Datai Nirui tersebut, saat dikonfirmasi Kepala Desa Datai Nirui Naek Marusaha mengatakan bahwa sebelum dirinya menjabat sebagai Kepala Desa Datai Nirui jalan tersebut sudah seperti itu kalau memasuki musim penghujan.

“Saya sudah menyampaikan kepada warga saat melaksanakan Musdes atau setiap ada pertemuan, bahwa untuk anggaran Dana Desa (DD) yang bersumber dari APBN tidak bisa digunakan untuk pembangunan jalan poros di Desa Datai Nirui,”jelas Kades Datai Nirui Naek Marusaha, Senin (13/3/2023) melalui telepon WhatsApp (WA).

Dikatakannya, untuk perbaikan jalan desa tersebut adalah kewenangan dari Pemkab Barito Utara, sehingga pihaknya tidak bisa berbuat apa-apa hanya bisa menyampaikan keluhan kepada Pemerintah setempat.

“Kalau saja dibolehkan, menggunakan Dana Desa (DD) untuk pekerjaan cor beton jalan poros desa Datai Nirui yang panjangnya lebih kurang 1,5 Km sudah kita kerjakan,”ungkap Naek.

Naek juga mengatakan, pada waktu kegiatan Musrenbang RKPD Kabupaten tahun 2024 di Kecamatan Teweh Tengah sudah di sampaikan terkait rusaknya jalan poros di Desa Datai Nirui. “Melalui Musrenbang RKPD kemarin sangat berharap kepada pemerintah dan DPRD Kabupaten Barito Utara agar peduli terhadap keluhan warga masyarakat khususnya jalan poros di Desa sebab jalan tersebut sangat penting untuk mengangkut hasil pertanian dan lainnya,”kata Naek Marusaha.

Sementara, salah seorang warga mengungkapkan bahwa warga masyarakat sangat kesulitan dalam menjalankan roda perekonomian karena faktor jalan yang makin lama makin rusak ketika musim hujan. “Liat saja bang jalannya makin parah, inilah yang dirasakan masyarakat di Desa Datai Nirui,”katanya, Minggu (12/03/2023).

Padahal, kata dia, jalan itu merupakan satu-satunya akses bagi masyarakat di Trans 55 menuju beberapa desa untuk mengangkut hasil perkebunannya. “Jalan itu merupakan jalan utama dan satu-satunya jalan mengangkut hasil perkebunan warga,”jelasnya lagi.

Yang sangat memprihatinkan, kata warga tersebut, saat memasuki di musim penghujan, kondisi jalanan licin banyak genangan air di tengah jalan. Tak pelak sering terjadi kecelakaan karena kondisi jalanan yang licin dan becek. Masyarakat sangat berharap ada perhatian Pemerintah Kabupaten Kabupaten Barito Utara melalui dinas terkait untuk memperbaiki jalan poros Desa.

“Kami sangat berharap kepada Pemkab Barito Utara bisa memperbaiki dan membangun jalan poros Desa ini, sehingga aktivitas warga saat melintas membawa hasil bumi aman dan lancar tidak ada hambatan,”kata warga Desa Datai Nirui yang minta namanya jangan dipublikasikan.

Sementara, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Barito Utara, M Iman Topik, saat dikonfirmasi, Rabu (15/3/2023), mengatakan, untuk ruas jalan di Desa Datai Nirui tersebut ada penanganan pada 2023. Saat ini sedang proses tander.

Proyek berupa peningkatan Jalan Negara KM 54 – KM 55 spesifikasi. Ada pula proyek peningkatan Jalan Negara KM 53 – KM 54, KM 52 – Simpang Trans 38, dan KM 38 – Lokasi Trans 38.

“Karena menunggu tender cukup lama, kami sedang koordinasi dengan PT Nantoy untuk penanganan bencana darurat di Jalan Datai Nirui. Perusahaan sudah oke,” kata Kadis PUPR M Iman Topik. (lna/rsn)