Jaya Tegaskan Hanya Menerima Owner PBS!

Bupati Gumas Jaya S Monong bersama Kapolres AKBP Irwansah memantau perbaikan jalan rusak Kuala Kurun-Palangka Raya yang melintasi Gumas baru-baru ini. (Media Dayak/Ist)

Kuala Kurun, Media Dayak

Menyoal kerusakan jalan provinsi Palangka Raya-Kuala Kurun yang melintasi Kabupaten Gunung Mas (Gumas), Bupati Gumas Jaya S Monong menegaskan dirinya hanya menerima owner (pemilik) PBS (Perusahaan Besar Swasta) untuk melakukan pembicaraan terkait penanganan kerusakan jalan.

“Kalau yang menghadap saya bukan owner sebagai pengambil keputusan, saya tidak akan melayani. Saya akan melayani ownernya untuk membicarakan bagaimana perhatian dan tindakan mereka terhadap kerusakan ruas jalan provinsi Palangka Raya-Kuala Kurun yang melintasi Kabupaten Gunung Mas,” tegas Jaya, Selasa (18/1).

Dia menggaris bawahi, owner PBS yang enggan berkontribusi pada perbaikan kerusakan jalan provinsi Palangka Raya-Kuala Kurun yang melintasi Gumas, jangan harap truk angkutan PBS nya boleh melintasi ruas jalan yang ada.

“Ini demi kepentingan masyarakat. Siapapun yang berinvestasi di wilayah ini, wajib hukumnya mentaati kebijakan yang dibuat pemerintah. Investasi diperlukan, namun investasi harus memberi kebaikan bagi masyarakat dan daerah ini,” serunya.

Dia kembali mengurai kebijakan Pemkab Gumas, yakni melarang sementara truk angkutan PBS melintasi ruas Palangka Raya-Kuala Kurun yang melintasi wilayah Gumas. Keputusan untuk menunda sementara truk angkutan PBS melintasi ruas Palangka Raya-Kuala Kurun yang melintasi Gumas terkait erat kerusakan ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun yang melintasi Gumas.

Larangan berakhir sampai perbaikan selesai secara optimal kerusakan yang ada, dan komitmen penuh semua PBS di Gumas untuk mendukung perbaikan kerusakan ruas jalan Palangka Raya-Kuala Kurun yang melintasi Gumas.

“Kembali saya tegaskan, Pemerintah Kabupaten Gunung Mas mempersilahkan PBS hengkang dari wilayah ini kalau tidak memiliki empati terhadap kerusakan jalan yang ada. Pemerintah dan masyarakat Kabupaten Gunung Mas mendukung investasi, tapi investasi itu harus buka mata buka hati dengan keadaan yang ada, jangan hanya semata-mata mementingkan kepentingan perusahaan,” demikian tutur Jaya. (Nov/Aw)