Bupati Gumas Jaya Samaya Monong didampingi Wabup Efrensia LP Umbing menyerahkan LKPJ Bupati 2025 kepada Ketua DPRD Binartha pada Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan II DPRD Gumas Tahun 2026, Senin (16/3/2026) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Gumas.(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong secara resmi menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Bupati Tahun Anggaran 2025 dalam Rapat Paripurna ke-1 Masa Persidangan II DPRD Kabupaten Gumas Tahun 2026, Senin (16/3/2026) di Ruang Rapat Paripurna DPRD Gumas.
Dalam sambutannya, Jaya membeberkan sejumlah capaian penting sepanjang Tahun Anggaran 2025 dan memaparkan kinerja keuangan daerah sekaligus perkembangan indikator pembangunan yang menunjukkan tren positif.
Jaya menyebutkan, target Pendapatan Daerah setelah perubahan ditetapkan sebesar Rp.1,336 triliun. Hingga akhir tahun anggaran, realisasi pendapatan daerah berhasil mencapai Rp.1,174 triliun atau 87,93 persen dari target yang telah ditetapkan.
Secara rinci, Pendapatan Asli Daerah (PAD) ditargetkan sebesar Rp.111,69 miliar, dengan realisasi mencapai Rp.77,72 miliar atau 69,59 persen dari target. Sementara itu, pendapatan transfer yang menjadi tulang punggung pendapatan daerah ditargetkan Rp.1,150 triliun dan terealisasi Rp.1,057 triliun atau 91,89 persen.
Adapun dari pos lain-lain pendapatan daerah yang sah, pemerintah daerah menargetkan Rp.73,79 miliar, dengan realisasi Rp.39,72 miliar atau 53,83 persen dari target yang telah ditetapkan.
Di sisi pengeluaran, Belanja Daerah Kabupaten Gumas setelah perubahan APBD ditargetkan sebesar Rp.1,385 triliun, dengan realisasi mencapai Rp1,194 triliun atau 86,25 persen.
Rincian belanja tersebut meliputi Belanja Operasi yang ditargetkan Rp.941,44 miliar dengan realisasi Rp.830,14 miliar atau 88,18 persen. Kemudian Belanja Modal ditargetkan Rp.246,73 miliar dengan realisasi Rp.189,67 miliar atau 76,87 persen.
Selanjutnya Belanja Tidak Terduga ditargetkan sebesar Rp.7,85 miliar, dengan realisasi Rp.1,592 miliar atau 20,29 persen, sementara Belanja Transfer ditargetkan Rp.189,34 miliar dan terealisasi Rp.173,456 miliar atau 91,61 persen.
Tak hanya dari sisi keuangan, Jaya juga memaparkan berbagai capaian pembangunan daerah yang menunjukkan tren peningkatan signifikan.
Indeks Kualitas Infrastruktur meningkat menjadi 67,80, naik dari tahun sebelumnya yang berada di angka 65,13. Sementara Indeks Konektivitas Wilayah mencapai 81,3, meningkat dari 80,12, yang menunjukkan akses antarwilayah di Kabupaten Gumas semakin baik.
Kemajuan juga terlihat pada sektor perumahan. Persentase rumah layak, terjangkau, dan berkelanjutan meningkat menjadi 58,63 persen, dibandingkan tahun sebelumnya 52,55 persen, menandakan semakin banyak masyarakat yang telah memiliki hunian layak.
Pada aspek kesejahteraan masyarakat, Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Kabupaten Gumas naik menjadi 74,46, dari sebelumnya 73,88. Sementara tingkat kemiskinan berhasil ditekan menjadi 5,48 persen, turun dari 5,68 persen pada tahun sebelumnya.
Di sektor ketahanan pangan, Indeks Ketahanan Pangan (IKP) melonjak signifikan menjadi 69,42, dibandingkan tahun sebelumnya 56,78, yang menunjukkan kondisi ketersediaan, keterjangkauan, dan pemanfaatan pangan semakin baik.
Sektor kesehatan juga mencatat perkembangan positif. Indeks Kesehatan Kabupaten Gumas meningkat menjadi 82,9, naik dari 82,4 pada tahun sebelumnya.
“Yang paling menggembirakan, angka prevalensi stunting di Kabupaten Gunung Mas berhasil ditekan secara signifikan dari 14,1 persen menjadi 10,54 persen, mencerminkan semakin efektifnya program penanganan gizi dan kesehatan anak,” kata Jaya.
Menurut Jaya, secara keseluruhan, capaian tersebut menjadi indikator bahwa pembangunan di Kabupaten Gumas terus bergerak ke arah yang lebih baik.
Rapat dipimpin Ketua DPRD Binartha, dihadiri Wabup Efrensia LP Umbing, unsur FKPD atau yang mewakili, Sekda Richard, Asisten, Staf Ahli Bupati, Kepala OPD dan tamu undangan lainnya. (Nov/Aw)











