Jaya Resmikan Perpustakaan Desa Bereng Jun

Bupati Jaya resmikan Gedung Perpustakaan Desa di Desa Bereng Jun Kecamatan Manuhing, serta Penyerahan Bantuan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Iklusi Sosial. (Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Bupati Gunung Mas (Gumas) Jaya Samaya Monong meresmikan Gedung Perpustakaan Desa di Desa Bereng Jun Kecamatan Manuhing, serta Penyerahan Bantuan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Iklusi Sosial, Kamis (7/4).
Pada sambutannya, Jaya menyampaikan perpustakaan merupakan tempat untuk menyimpan Bahan Pustaka yang terdapat sumber-sumber informasi. Perpustakaan digunakan sebagai sarana dan prasarana yang diharapkan dapat menunjang berlangsungnya proses belajar mengajar, sehingga mendorong terwujudnya kualitas pendidikan guna mencerdaskan kehidupan bangsa.
“Membaca dapat digambarkan sebagai sebuah jendela dunia. Dari kegiatan membaca seseorang dapat mengetahui, memahami dan menduga fenomena-fenomena yang ada di dunia. Oleh karena itu budaya gemar membaca harus digalakkan sejak dini, khususnya pada Anak Usia Sekolah, sehingga dapat Mengeksplor Potensi pada diri anak dan juga dapat memotivasi anak,” kata Jaya.
Bupati mengaku membaca dikalangan masyarakat Gumas belum dijadikan sebagai kebutuhan mendasar. Mengingat pentingnya membaca, maka perlu adanya bimbingan dari semua pihak untuk menggalakkan minat baca.
Adanya kegiatan ini, menjadi wahana untuk menumbuhkan minat masyarakat terutama generasi muda, agar perpustakaan menjadi salah satu destinasi utama yang bisa membuka wawasan dan cakrawala, terlebih saat ini minat dan gemar membaca dikalangan masyarakat terutama generasi muda perlahan-lahan mulai memudar.
“Kondisi ini tentu menjadi tantangan bagi kita semua untuk membuat terobosan dan inovasi terbaik guna menumbuhkan minat baca dan budaya baca sesuai dengan visi misi Kabupaten Gunung Mas, yaitu Meningkatkan Kualitas Sumber Daya Manusia, dan merupakan salah satu bagian dari program unggulan Smart Human Resources,” tuturnya.
Jaya menggaris bawahi, untuk menumbuhkan minat baca masyarakat terutama generasi muda, dibutuhkan dukungan dan motivasi semua pihak, dimulai dari kelompok terkecil, yakni keluarga. Peran orang tua sangat dibutuhkan dengan cara membiasakan anak-anaknya untuk mengenal apa yang dinamakan buku, dan membiasakan untuk membaca dan bercerita terhadap buku yang dibacanya.
“Lembaga pendidikan seperti sekolah juga memegang peranan penting dalam menumbuhkan minat baca masyarakat,” cetusnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Gumas Edwin Yustian melaporkan, Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Iklusi Sosial, sudah berjalan dari tahun 2020 sampai sekarang. Untuk Kalimantan Tengah, yang mendapatkan bantuan dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia tahun 2020 adalah Kabupaten Murung Raya, Barito Selatan, dan Gumas.
“Tahun 2021 Kabupaten Gunung Mas mendapat bantuan untuk Perpustakaan Desa, yaitu Desa Tewang Pajangan, Petak Bahandang, Hurung Bunut dan Pematang Limau,” kata Edwin.
Dalam pelaksanaanya, khusus Desa Pematang Limau mengalami kendala, dimana kepala desa dan pengelola perpustakaan tidak mampu melaksanakan Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Iklusi Sosial.
“Setelah koordinasi dengan pihak Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Tengah bersama konsultan khusus Program Transformasi Perpustakaan Berbasis Iklusi Sosial dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia, diambil keputusan bantuan tersebut dialihkan ke desa yang siap dan bersedia mengikuti segala aturan dan persyaratan yang telah ditentukan,” ujar Edwin.
Peresmian didampingi Wakil Bupati Efrensia LP Umbing, Wakil Ketua I DPRD Gumas Binartha, anggota DPRD dapil II Espriadi Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Kalimantan Tengah, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa Yulius, Kepala Dinas Perikanan dan Ketahanan Pangan Hansli Gonak, Ketua TP PKK Ny Mimie Mariatie Jaya S Monong, Camat Manuhing, dan undangan lainnya. (Nov/Aw)