Jaya Beri Sanksi Kepada 14 PBS

Sopir truk PBS mendengarkan penjelasan dari Bupati Jaya (atas). Bupati Gumas menjelaskan diskresi pihaknya kepada sopir truk PBS (bawah). (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Bacaan Lainnya

Bupati Gunung Mas (Gumas), Jaya S Monong memberikan sanksi kepada 14 dari 16 Perusahaan Besar Swasta (PBS) di daerah setempat. Jaya memberi sanksi karena PBS belum merealisasikan dana CSR (Corporate Social Responsibiliy).

Jaya menyampaikan sanksi tersebut usai bertemu sejumlah sopir truk angkutan PBS di pos pertigaan Palangka-Kurun-Sei Hanyo, Senin (20/3) malam.

“Truk angkutan mereka [14 PBS] untuk sementara tidak boleh melintasi ruas jalan provinsi yang melintasi wilayah Gunung Mas. Hal itu berlaku sampai mereka memberikan dana CSR untuk kepentingan masyarakat,”  kata Jaya.

Jaya tidak merinci nama 14 PBS yang kena sanksi. Dia hanya menyebut PT DMP (Dayak Membangun Pratama) dan PT STP (Sembilan Tiga Perdana) yang sudah bayar CSR. 

Kepada 14 PBS yang belum menyelesaikan kewajibannya, melalui sopir truk angkutan mereka Jaya ingatkan untuk segera menyelesaikannya.

“Kalau mereka tetap mengabaikan, maka truk angkutan mereka tetap tidak akan diperbolehkan melintasi ruas jalan provinsi yang melintasi wilayah Gunung Mas Kurun-Palangka,” tegasnya.

Jaya menjelaskan, dirinya mengambil diskresi tegas karena PBS telah berjanji untuk merealisasikan CSR bagi kepentingan masyarakat, namun janji itu tidak dilaksanakan.

Pemkab Gumas selanjutnya melakukan jemput bola dengan melakukan pertemuan dengan pimpinan PBS di Jakarta guna meminta realisasi CSR. Namun lagi-lagi pihak PBS mengabaikan hasil pertemuan itu.

“Beberapa kali kita [Pemkab Gumas] sampaikan ke PBS bahwa kita mendukung investasi yang masuk, dengan tidak sekedar mengejar keuntungan, tapi melaksanakan kewajiban mendukung pembangunan demi kemaslahatan masyarakat dan wilayah ini,” tuturnya.

Jaya pastikan pihaknya tetap akan menagih PBS yang belum menunaikan CSR untuk segera malaksanakan tanggung jawabnya sosial dan lingkungan. Pihaknya ingin memaksimalkan CSR untuk kepentingan masyarakat. 

Ia mengaku kerap mengingatkan PBS yang berinvestasi di Gumas untuk menjalankan investasi dengan clean and clear (secara lengkap) yakni peizinan, AMDAL, kebun plasma dan CSR.

Bupati telah memerintahkan membuat pos di Kurun seberang tepatnya di pertigaan Palangka Raya-Kurun-Sei Hanyo serta Desa Sepang Kota Kecamatan Sepang. Personel Satpol PP Gumas menjaga pos pemeriksaan tersebut. 

Turut mendampingi bupati, Kapolres AKBP Asep Bangbang Saputra, Kepala Satpol PP Salampak Haris, dan sejumlah personel Polres Gumas dan personel Satpol PP. (Nov/Aw)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait