Jangan Terjebak pada Pemikiran Hanya Jadi PNS

Sekretaris Komisi II DPRD Gumas Rayaniatie Djangkan. (Media Dayak/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun, Media Dayak

Sekretaris Komisi II DPRD Gunung Mas (Gumas) Rayaniatie Djangkan mengingatkan kembali generasi muda Gumas untuk tidak terjebak pada pemikiran bahwa karir hidup hanya menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS) bahkan youtuber.

Ia mendorong generasi muda Gumas untuk terjun menjadi petani milenial yang berwirausaha di sektor pertanian.

“Sektor pertanian di wilayah ini sangat potensial, mampu meningkatkan kesejahteraan, membuka lapangan kerja, menyediakan kebutuhan pangan bagi masyarakat Gunung Mas, dan meningkatkan kemajuan daerah,” terang Raya, Jumat (1/9).

Legislator tiga periode daerah pemilihan (dapil) satu itu pun minta generasi muda Gumas jangan malu bahkan gengsi menjadi petani milenial karena hasil yang didapat dari sektor pertanian tidak membutuhkan waktu lama.

“Tinggal kemauan serta kerja keras dan kerja cerdas. Menjadi petani milenial merupakan hal yang mulia,” ucapnya.

Wakil Bupati Gumas Efrensia LP Umbing dalam beberapa kesempatan mengajak pemuda Gumas untuk terjun menjadi petani milenial.

“Tidak perlu malu ataupun gengsi menjadi petani milenial, karena pertanian memegang peranan penting dalam membangunan perekonomian nasional dan daerah,” kata Efrens.

Dia menyebut, sektor pertanian determinan dalam penyediaan bahan pangan untuk ketahanan masyarakat, dan salah satu pilar dalam pengentasan kemiskinan dan penyediaan lapangan kerja.

“Melalui program smart agro, kami [Jaya-Efrens] ingin menggenjot sektor pertanian di Kabupaten Gunung Mas, untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat terutama petani, dan meningkatkan kemajuan daerah,” kata Efresn.

“Disinilah peran petani milenial dibutuhkan untuk bersama-sama mengembangkan pertanian dalam arti luas di Bumi Habangkalan Penyang Karuhei Tatau, dengan menerapkan pertanian modern yang mampu meningkatkan efisiensi dan efektifitas,” tukas birokrat sarat pengalaman itu.

Lanjut dia, komoditas pertanian saat ini yang tengah dikembangkan Pemkab Gumas dan perlu didukung petani milenial, yakni padi, jagung, singkong, ternak dan ikan.

Berkembangnya padi, jagung dan singkong, diyakini mampu mengembangkan budidaya ternak dan ikan, mengingat pakan ternak dan ikan dari limbah padi, jagung dan singkong. Padi, jagung dan singkong pun bisa menjadi bahan pangan masyarakat.

Penyediaan bahan pangan salah satunya untuk masyarakat Gumas bahkan luar Gumas seperti ibukota negara Nusantara Kalimantan Timur.

“Presiden [Jokowi] mengatakan, saat ini petani kita usianya rata-rata 45 tahun keatas. Petani milenial kita kemana? Ayo terjun menjadi petani milenial, jangan hanya maunya menjadi youtuber atau pegawai negeri sipil,” imbuh Efrens yang juga ketua DPC HKTI  Gumas 2022-2026.

Menurutnya, tidak salah menjadi youtuber atau pegawai negeri sipil, tapi itu bukan segala-galanya. 

Menjadi petani, utamanya petani milenial adalah mulia, karena petani menyediakan kebutuhan pangan yang paling utama dari kebutuhan lainnya.

“Punya rumah, mobil dan materi lainnya, tapi kalau tidak makan? Pentingnya kebutuhan pangan untuk menjaga kelangsungan hidup,” ujarnya.

Efrens menggaris bawahi jadi petani tidak akan membuat kita hina, malah membuat kita bahagia karena bisa menyediakan kebutuhan pangan bagi diri sendiri, keluarga dan orang lain.(Nov/Aw)