Jangan Abaikan DBD

Dr. Parluhutan

Kasongan, Media Dayak

Meskipun saat ini kita selalu waspada dan kehatia-hatian terhadap penularan wabah Virus Corona (Covid – 19) yang sudah mendunia ini, namun  dalam kondisi dan cuaca seperti sekarang ini, kita dan masyarakat Katingan jangan abaikan terhadap wabah Demam Berdarah Dangue (DBD) yang setiap tahun pasti menyerang masyarakat yang tinggal di bumi Kabupaten Katingan ini.

Demikian dikatakan, Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) Kabupaten Katingan, dr Robertus melalui Sekretarisnya, dr Parluhutan kepada sejumlah media, Selasa pagi (5/5), di ruang kerjanya.

Karena, penyakit yang berasal dari gigitan nyamuk jenis aedes agepty ini menurutnya, bersarang dan berkembang di saat musim penghujan. Pasalnya, tempat nyamuk ini bersarang, doyannya di genangan air yang jernih. “Misalnya, di dalam botol bekas dan di dalam kaleng bekas berbahan plastic atau[un aluminum/seng yang ada genangan airnya,”sebut Parluhutan.

Oleh karena itu, dirinya beharap, kepada seluruh masyarakat Katingan di 13 wilayah kecamatan, sebelum nyamuk-nyamuk tersebut bersarang dan berkembang di lingkungan tempat tinggalnya, sebaiknya dilakukan pembersihan terlebih dahulu. Pembersihannya dimulai dari rumah hingga di sekitar halaman dan lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Termasuk juga got atau drainase yang ada di depan, di belakang, di saming kiri dan kanan rumah. “Karena, seperti yang kita ketahui, kaleng-kaleng dan botol bekas sering dibuang di drainase, sehingga bukan hanya membuat mampet drainase tersebut, tapi dapat pula menjadi tempat bersarang dan berkembangnya nyamuk aides agepty tersebut,”sebutnya..

Yang tidaak kalah pentingnya juga, yang dibersihkan di dalam rumah adalah bak mandi ataupun tempat berwudu. Pembersihannya kalau bisa dilakukan setiap hari. Jangan sampai air yang ada di dalamnya mengendap lebih dari 24 jam. Karena, begitu nyamuk aedes agepty ini berhinggap di dalam bak tersebut, dipastikan mereka bertelur.

Dan jika air tersebut melebihi dari 2 hingga tiga hari tidak digunakan, maka dipastikan telur-telur nyamuk tersebut menetas dengan jumlah ratusan ribu ekor nyamuk aedes agepty yang dapat menjadi penyebab kematian manusia. “Kalau tidak sempat membersihkan, sebaiknya dibubuhi dengan serbuk abati di bak air mandi atau di bak air mudu tersebut,” saran mantan kepala Puskesmas Kasongan I ini (Kas/Lms)