Jalan Nasional Muara Teweh-Benangin Bertambah Rusak

JALAN RUSAK-Jalan Nasional Muara Teweh-Benangin di Kabupaten Barito Utara, bertambah rusak. Pada salah satu titik, sebagian ruas jalan ambruk atau longsor, Selasa (15/11).(Media Dayak:FB Lor lor)

Muara Teweh, Media Dayak

Kerusakan ruas Jalan Nasional atau Trans Kalimantan Muara Teweh–Malawaken-Benangin di wilayah Kabupaten Barito Utara (Barut), di awal November ini bertambah parah rusaknya.

Seorang netizen, Lor lor memperingatkan warga agar berhati-hati melintasi ruas jalan tersebut. Dia menyertakan 4 (empat) foto kondisi kerusakan jalan di daerah setempat, Selasa (15/11).

“Untuk warga Kabupaten Barito Utara yang melintasi Jakan, Jambu–Malawaken-Benangin-sampai Lampeong, agar berhati-hati menjalankan mobil dan motornya karena banyak jalan yang rusak parah,” komentar Lor lor di, linimasa Facebooknya.

Lebih miris lagi, dari dokumen foto yang ditayangkan sang netizen, terlihat pada salah satu titik dipasang pita tanda peringatan, karena sebagian ruas jalan, ambruk atau longsor. Lokasinya di atas Benangin. “Rusak banar lah,” komen netizen, Muhammad Syaukani menanggapi postingan Lor lor.

Hingga berita ini dilansir, belum ada keterangan resmi dari PPK 3.2. pada Badan Pengelolaan Jalan Nasional (BPJN) Kalimantan Tengah (Kalteng).

Namun pada papan proyek tertera paket pekerjaan preservasi jalan Malawaken-Batas Kota Muara Teweh-Benangin dengan anggaran Rp183.600.069.000, tanggal kontrak 18 Februari 2022. Waktu pelaksanaan 900 hari kalender, waktu pemeliharaan 365 kalender.

Kerusakan, ruas jalan nasional ini sudah sering dikeluhkan warga, tetapi respon dari otoritas terkait seperti lamban.

Media ini pernah mewartakan, puluhan titik lubang membentang di Jalan Nasional atau Trans Kalimantan dari Malawaken menuju ke Benangin, Kabupaten Barito Utara (Barut). Panjang ruas jalan ini sekitar 93 Kilo Meter.

Pantauan lapangan, Sabtu (15/10) jalan berlubang mulai terlihat dari Kuari sampai ke arah Malawaken. Di Kuari ada 2 titik yang perlu segera diperbaiki.

Selain jalan berlubang, ada 2 titik di antara Km 50-Km 70 terancam longsor, karena nyaris menggerus badan jalan. Petugas memasang pita kuning di dua lokasi tersebut.

Belum semua ruas jalan itu diaspal. Pada beberapa station baru dihampar batu split. Tak jarang hamparan batu split tersisih ke pinggir karena dilewati kendaraan.

Ada pula kondisi jalan nasional sebelum belokan ke Desa Panaen, aspal sudah terkepulas. Ini terjadi sejak setengah tahun lalu. “Belum lagi diaspal. Sekitar setengah tahun begini,” tutur seorang warga.

Warga berharap penanganan jalan nasional bisa lebih baik lagi. “Titik-titik lubang kalau bisa segera diaspal, supaya kendaraan lancar. Tetapi kondisi sekarang sudah lebih baik dibandingkan beberapa tahun lalu. Kita harap jalan ke Benangin bisa mulus seperti jalan nasional di Kalsel,” kata warga bernama Heri yang melintas di sekitar Desa Liang Buah, Sabtu sore.

Masih dari pantauan lapangan, beberapa tenaga lapangan mengaspal jalan nasional di Kelurahan Jambu, tepat sebelum jembatan Sungai Teweh, Sabtu malam.

Warga Kalteng di perbatasan dengan Provinsi Kaltim sudah lama mengharapkan perbaikan jalan ke wilayah mereka. Pasalnya, daerah Teweh Timur dan Gunung Purei akan menjadi akan menjadi penyanggah Ibu Kota Negara (IKN).(lna/Aw)