Investor Diharapkan Berperan Serta Dibidang Pendidikan dan Kesehatan

Foto : Ina Prayawati
Palangka Raya, Media Dayak
DPRD Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) mendukung sepenuhnya wacana investasi yang akan digelontorkan oleh Investor asal negara Brunei Darussalam di Bumi Tambun Bungai dalam waktu dekat. Namun hal tersebut harus disertai dengan keberpihakan investor dalam berbagai sektor khususnya Pendidikan dan Kesehatan.
Menurut anggota DPRD Kalteng, Ina Prayawati, selama ini Provinsi Kalteng selalu terbuka bagi siapapun yang ingin berinvestasi. Pasalnya hal tersebut berdampak pada lajunya perputaran roda perekonomian daerah, serta memberikan dampak positif lainnya seperti keterbukaan lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
“Silahkam saja bagi siapapun untuk berinvestasi di Kalteng, tetapi perlu kita ingatkan, investasi tersebut harus berdampak positif kepada daerah setempat, terutama kepada masyarakat. Jangan hanya mengeruk keuntungan dari hasil kekayaan alam kita saja tanpa ada kontribusi.”Ucap Ina Prayawati, saat dikonfirmasi media ini, melalui telepon interaktif, Kamis (4/4) kemarin.
Wakil rakyat dari Daerah Pemilihan (Dapil) Kalteng IV, meliputi Kabupaten Barito Selatan, Barito Timur, Barito Utara dan Murung Raya ini juga mengatakan, beberapa sektor yang perlu mendapat perhatian dari Investor adalah sektor Pendidikan dan Kesehatan. Hal ini dikarenakan minimnya akses 2 sektor tersebut untuk menjangkau wilayah pelosok Desa.
“Seperti fakta yang kita ketahui, bahwa sampai saat ini masih banyak akses dari sektor pendidikan dan kesehatan yang belum dapat menjangkau wilayah pelosok. Oleh karena itu, dengan masuknya investasi di Kalteng dan beroperasional di wilayah pelosok, kita harapkan Investor juga berperan dalam menunjang sektor kesehatan dan pendidikan, paling tidak untuk Desa-Desa yang berada diseputaran kawasan operasionalnya.”Tegas srikandi Komisi C DPRD Kalteng, yang membidangi pendidikan, kesehatan dan Kepariwisataan ini.
Selain itu, sambungnya, sesuai yang tertera didalam peraturan perundang-undangan, setiap investasi atau Perusahaan Besar Swasta (PBS) yang beroperasi di suatu wilayah, wajib mengeluarkan Plasma sebesar 20 persen dan Corporate Social Responcibility (CSR), dimana Plasma dan CSR tersebut nantinya akan di alokasikan kepada masyarakat sekitar.
“Dari anggaran CSR ini, seharusnya bisa di alokasikan untuk bidang pendidikan dan kesehatan, sehingga Sumber Daya Manusia (SDM) kota yang berada di kawasan pelosok bisa berkembang dan tidak kalah dengan SDM yang berasal dari Perkotaan atau dari luar daerah. Tetapi pada intinya, kita tetap mendukung masuknya investasi, selama investasi tersebut juga berpihak kepada daerah dan masyarakat.”Pungkas Politisi dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Kalteng ini.(Nvd)