Industri Gumas Terkendala Bahan Baku

Yulianus H Umar
Kuala Kurun,Media Dayak
Kadis Perindustrian dan Perdagangan (Perindag) Kabupaten Gunung Mas(Gumas), Yulianus H Umar, menyatakan perkembangan ndustri di Gumas sangat baik namun terkendala bahan baku. “Untuk industri yang sifatnya ekstraktif,yang bahan bakunya berasal dari alam,seperti kayu dan rotan sebagai bahan membuat meja, kursi, lemari dan kerajinan lainnya, kita masih terkendala bahan baku, ”kata Yulianus, Selasa (5/3).
“Kalau industri dari bahan kayu,potensinya sangat besarnya ketimbang rotan. Kita berupaya ketersediaan bahan baku industri dari kayu bisa terpenuhi sehingga kegiatan industrinya berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Gunung Mas akan meja,kursi,lemari dan furnitur lainnya,” tambah dia.
Memajukan industri di Gumas,mantan camat Rungan itu mengakui tahun ini pihaknya membuat kerjasama dengan pihak ketiga terkait rencana pengembangan industri di Gumas.“Nantinya akan ada tim yang turun ke setiap kecamatan untuk mendata potensi apa yang patut di kembangkan di Kabupaten Gunung Mas,karena kita ingin industri di daerah ini berkembang dengan baik,tidak kalah dengan daerah lainnya di Kalimantan Tengah,”ujarnya.
Adanya pusat furnitur di Kecamatan Sepang, Yulianus memastikan pihaknya akan bekerjasama dengan pihak ketiga untuk mengelola pusat furnitur itu,yang nantinya hasil industri kerajinan dari 12 kecamatan di Gumas dapat di simpan dan dipamerkan di gedung itu.“Tahun ini kita mendapatkan tambahan dana DAK(dana alokasi kusus)kurang lebih Rp 1 Miliar,untuk pembangunan gedung dan pengadaan mesin pengering kayu.
Dengan alat ini,kita harapkan produk furnitur dari Gunung Mas dapat bersaing bentuk dan kualitasnya dengan daerah lainnya di Kalimantan Tengah,” ungkap Yulianus.Menyoal kerajinan dari rotan,Yulianus mengatakan hasil kerajinan anyam anyaman dari rotan produk warga lokal sudah ada.
Namun untuk harga,produk warga lokal lebih mahal ketimbang produk anyam anyaman rotan dari daerah lainnya di Kalimantan Tengah.“Untuk skil kerajinan anyam anyaman dari rotan,warga lokal tidak kalah ya.Kita sudah memberi pelatihan kepada beberapa kelompok pengrajin anyam anyaman rotan supaya skill mereka meningkat,dan tahun ini kegiatan itu akan kita lanjutkan,” imbuhnya.
Untuk industri rumah tangga,Yulianus mengaku kesiapan warga lokal masih kurang.Warga lokal tidak menekuninyadengan baik.“Mereka mengusahakannya bukan untuk usaha pokok,melainkan usaha tambahan,” ucapnya.(Nov/Lsn)