Indeks Literasi Gumas Masih Kategori Sedang, Dispusip Bidik Lonjakan ke 6,5. Perpustakaan Sekolah dan Desa Diminta Berbenah Total

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gumas, Yunike.(Media Dayak/Ist)
Kuala Kurun, Media Dayak
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gunung Mas (Gumas) terus memacu peningkatan kualitas literasi masyarakat. Meski Indeks Literasi Kabupaten Gunung Mas saat ini berada pada angka 4,33 atau masih masuk kategori sedang, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) optimistis mampu mendorong lonjakan indeks tersebut hingga mencapai 6,5 pada tahun ini.
Bupati Gunung Mas Jaya Samaya Monong, melalui Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Maria Efianti yang disampaikan Kepala Bidang Perpustakaan Yunike, mengungkapkan bahwa capaian indeks literasi sebesar 4,33 menunjukkan perpustakaan di Gunung Mas telah memiliki sejumlah keunggulan, terutama dalam aspek pengembangan dan pelayanan.
“Meski indeks literasi berada pada angka 4,33, rekomendasi yang diberikan adalah meningkatkan pengembangan perpustakaan melalui penambahan koleksi buku-buku baru, memperluas aksesibilitas koleksi, serta meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat,” ujar Yunike kepada mediadayak.id, Rabu (8/7/2026).
Menurutnya, peningkatan indeks literasi tidak dapat dilakukan secara instan. Dibutuhkan komitmen kuat, dukungan anggaran, serta sinergi seluruh pemangku kepentingan agar budaya membaca dan kualitas layanan perpustakaan terus meningkat.
“Tahun ini target kami adalah mencapai indeks literasi 6,5. Target tersebut menjadi motivasi bagi kami untuk bekerja lebih keras, memperkuat kolaborasi dengan seluruh stakeholder, sehingga hasil yang dicapai nantinya dapat masuk dalam kategori baik,” tegasnya.
Yunike berharap peningkatan tersebut dapat dirasakan hingga ke seluruh pelosok Kabupaten Gunung Mas. Karena itu, perpustakaan sekolah maupun perpustakaan desa didorong terus berbenah agar mampu menjadi pusat pembelajaran dan literasi masyarakat.
“Kami berharap seluruh perpustakaan sekolah dan desa di Kabupaten Gunung Mas terus belajar dan berinovasi dalam memajukan perpustakaan, sehingga minat baca masyarakat semakin meningkat,” katanya.
Ia menambahkan, pengembangan perpustakaan tidak hanya berfokus pada penambahan koleksi, tetapi juga pada peningkatan kapasitas tenaga pengelola perpustakaan. SDM yang kompeten dinilai menjadi faktor penting dalam menghadirkan layanan yang profesional, inovatif, dan mampu memenuhi kebutuhan para pemustaka.
“Dengan koleksi yang terus berkembang, pengelola perpustakaan yang aktif dan kompeten, serta pelayanan yang semakin berkualitas, kami optimistis perpustakaan di Gunung Mas akan menjadi pusat literasi yang mampu mencetak masyarakat yang cerdas, gemar membaca, dan berdaya saing,” pungkasnya.(Nov/Aw)