Indek Demokrasi Indonesia di Kalteng Alami Penurunan

Asisten I Setda Kalteng Hamka saat memberikan paparan pada focus group discussion IDI Kalteng, di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Senin (16/03/2020) (Media Dayak Yanting).
Palangka Raya, Media Dayak
Badan Pusat Statistik (BPS) provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) menggelar fokus diskusi terkait Indek Demokrasi Indonesia (IDI) Kalteng. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Asisten I Setda Kalteng Hamka, di M Bahalap Hotel Palangka Raya, Senin (16/03/2020).
Hamka mengemukakan, persoalan politik dan demokratis, suatu hal yang menarik untuk dianalisa, di Kalteng berjalan cukup dinamis.
“Untuk menilai kualitas demokrasi diperlukan data yang akurat sangat diperlukan, data diperlukan guna penyusunan Indek Demokrasi Indonesia,” uraianya mewakili Sekretaris Daerah Kalteng Fahrizal Fitri.
Ia menilai, diskusi terkait IDI merupakan proses ekplorasi dan eksploitasi agar lebih akurasi. “Untuk itu diperlukan sinergitas agar capaian validasi, dengan berbagai metode,” jelasnya.
Sebelumnya, Kepala BPS Kalteng Yomin Tofri dalam paparannya mengungkapkan, IDI Kalteng dalam dua Tahun terakhir alami penurunan. “IDI Provinsi Kalteng tahun 2018 sebesar 71,27 dalam skala 0 sampai 100, angka ini turun 4,85 poin dibandingkan dengan IDI tahun 2017 yang mencapai 76,12,” bebernya.
Pihaknya menyebut, Kalteng secara Nasional berada pada urutan 25, sedangkan tertinggi Indek Demokrasi Indonesia diraih DKI Jakarta dengan nilai 84,70.
“Penyebab turunnya IDI Kalteng, antara lain turunnya kebebasan sipil 5,49 point, aspek hak-hak politik turun 6,23 persen dan aspek lembaga demokrasi turun 1,86 persen. Diharapkan IDI Kalteng tahun 2019 naik dan lebih baik lagi,” harapnya menutup paparan.(Yanting)