ICDN Wadah Rumah Besar Memajukan Masyarakat Dayak Kalimantan

 

Inisiator yang juga ketua Umum sementara ICDN Willy M Yoseph, bersama sejumlah tokoh pada acara  Deklarasikan berdirinya Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN), Sabtu (19/1). (Dayak Pos/Sarifudin)

Bacaan Lainnya

Palangka Raya, Dayak Pos

  Sebanyak 274 lebih cendikiawan Dayak dari berbagai daerah di Indonesia mendeklarasikan berdirinya Ikatan Cendikiawan Dayak Nasional (ICDN).

Inisiator yang juga ketua Umum sementara ICDN Willy M Yoseph menegaskan, lewat  ICDN merupakan wadah rumah besara bagi para cendikiawan Dayak akan mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat dayak, khususnya di lima provinsi yang ada di Kalimantan.

“Rumah besar (ICDN) ini merupakan wadah berkumpul kaum cerdik cendikiawan Dayak yang dibangun dengan semangat kebersamaan untuk tujuan meningkatkan ekonomi masyarakat Dayak dan kemajuan daerah Kalimantan,” sebutnya.

Deklarasi pendirian ICDN yang digelar di ruang  Palangka Raya, Sabtu (19/1) tersebut dirangkai dengan rapat pra-musyawarah nasional (Munas), dan pengukuhan struktur kepengurusan sementara.

Dijelaskannya, ICDN ini terbentuk atas kesadaran bersama sejumlah cendikiawan Dayak terkait kondisi sosial ekonomi masyarakat Dayak, khususnya di Kalimantan.

Dikatakannya, secara umum, kondisi masyarakat dan daerah-daerah di Kalimantan masih jauh tertinggal dibanding masyarakat dan daerah lain di Nusantara. Selain itu, masyarakat Kalimantan yang kendatipun memiliki komitmen tinggi dalam menjaga keutuhan NKRI, namun belum banyak diberi kesempatan untuk ikut menentukan arah kebijakan pembangunan, khususnya di jajaran pemerintahan pusat.

Willy mengakui, hingga saat ini masyarakat Dayak masih sering dianggap tertinggal secara intelejensi, hidup penuh aspek mistis, dan identik dengan kekerasan. Padahal, lanjutnya, Suku Dayak saat ini telah memasuki era milenial sehingga pantas dianggap setara dengan suku bangsa lain.

Ditambahkan Willy, melalui ICDN ini, para cendikian Dayak berupaya menjadi mitra pemerintah dari level pusat hingga daerah dalam menentukan arah dan kebijakan pembangunan. Bahkan, ICDN akan mendorong putra-putri Dayak terbaik dari Kalimantan untuk masuk di jajaran pengambil kebijakan di tingkat pusat, sehingga punya kesempatan berkontribusi lebih besar bagi kemajuan daerah Kalimantan.

Kegiatan ini dihadiri para perwakilan cendikiawan Dayak dari Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Kalimantan Barat, Kalimantan Utara dan berbagai wilayah lainnya se-Indonesia, ditambah para pejabat daerah di lingkup Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah, Pemerintah Kota Palangka Raya, Pemerintah Kabupaten se-Kalimantan Tengah, Korem 102/Pjg, Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Provinsi Kalimantan Tengah, pimpinan sejumlah perguruan tinggi, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan lain-lain.

Para tokoh yang hadir itu, di antaranya, mantan Bupati Murung Raya Willy M Yoseph, Sekda Provinsi Kalimantan Selatan Abdul Harris Makkie, Anggota DPR-RI asal Kalimantan Barat Lasarus dan Michael Jeno, Majelis Agung Raja dan Sultan (MARS) Indonesia yang juga Sultan Kerajaan Dayak Paser Kalimantan Timur Aji MH Andrian Sulaiman, tokoh adat Dayak Kalimantan Tengah Sabran Achmad, serta tokoh undangan lainnya.

Kegiatan diawali sidang Pra-Munas I ICDN yang dipimpin juru bicara inisiator yang juga Bupati Malinau Kalimantan Timur Yansen TP. Selanjutnya digelar deklarasi pembentukan ICDN, dirangkai dengan pengukuhan kepengurusan sementara.

Dalam SK susunan kepengurusan sementara ICDN yang dibacakan Prof Dr Hamid Darmadi, disebutkan susunan pengurus, antara lain, jajaran dewan pelindung antara lain Dr Ir Isrannor, H Habib Said Ismail, H Syahrizal, Dr Yurnalis Ngayom, Dr Martin Bilal, HM Alamsyah, Dr Alun Dohong, Prof Ferdinand, Brigjen Pol Purn. Damianus Jackie, Sabran Achmad, Arthon S Dohong, Sabran Achmad, Ferdy M Yoseph, dan lain-lain.

Adapun posisi ketua dimandatkan pada Willy M Yoseph, yang akan dibantu para wakil ketua antara lain, Prof Dr Hamid Darmadi, Dr Wardinan S Lidim, Yansen TP, Frederick, dan Edi L.

Posisi sekretaris jenderal dipercayakan pada Indrawan P Kamis, dibantu wakil sekretaris jenderal Paulus Matius. Sedangkan bendahara dijabat Lasarus, dibantu para wakil, Sultan  serta bendahara Aji MH Andrian Sulaiman, dan Theresia H.

kepengurusan yang terbentuk ini memiliki tugas pokok menyelenggarakan Munas I yang tempatnya telah ditentukan di Samarinda, Kalimantan Timur, pada Maret 2019 mendatang, dengan agenda utama menentukan susunan kepengurusan definitif.

Di kesempatan yang sama, Anggota DPR-RI asal Kalimantan Barat Lasarus, menyebut, meski ICDN beranggotakan individu-individu dengan beragam latar, namun mereka berkomitmen menjadikan organisasi ini untuk independen, tidak memihak kepentingan politik manapun.

“ICDN ini independen, netral, berdiri sendiri dan tidak berada di bawah organisasi apapun. Kami menjamin ICDN tidak akan berpolitik,” tandasnya. (Sar/Lsn)

image_print
Print Friendly, PDF & Email

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *