Huma Betang Night Pererat Kebersamaan dan Lestarikan Budaya di Hari Jadi Kota Palangka Raya

Sekda Provinsi Kalteng Linae Victoria Aden saat menyampaikan sambutannya, Sabtu malam (18/7/2026).(Media Dayak/MMC Kalteng)
 
Palangka Raya, Media Dayak 
 
Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalteng menggelar Huma Betang Night (HBN) di kawasan Bundaran Besar, Sabtu malam (18/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Ke-69 Kota Palangka Raya dan Hari Jadi Ke-61 Pemerintah Kota Palangka Raya, sekaligus menjadi ruang hiburan, pelestarian budaya, dan penguatan kebersamaan masyarakat.
 
Mewakili Gubernur Kalteng Agustiar Sabran, Sekretaris Daerah (Sekda) Linae Victoria Aden mengatakan Huma Betang Night merupakan wujud komitmen Pemprov Kalteng dalam memperkuat nilai-nilai kebersamaan, melestarikan budaya daerah, serta menyediakan ruang ekspresi bagi masyarakat dan generasi muda.
 
Menurutnya, peringatan hari jadi Kota Palangka Raya tidak hanya menjadi seremoni tahunan, tetapi juga momentum untuk merefleksikan perjalanan pembangunan kota sekaligus memperkuat semangat membangun daerah.
 
“Di usia ke-69 tahun, kita semua yang hadir di sini adalah saksi sekaligus pelaku sejarah perjalanan Kota Palangka Raya. Kemajuan yang dirasakan hari ini merupakan hasil kerja keras dan kebersamaan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
 
Linae menegaskan Kota Palangka Raya merupakan rumah besar bagi seluruh masyarakat sebagaimana makna falsafah Huma Betang yang menjunjung tinggi persatuan dalam keberagaman. 
 
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat terus menjaga optimisme, mempererat silaturahmi, serta mengedepankan toleransi dan gotong royong dalam menghadapi berbagai tantangan pembangunan.
 
Ia juga menekankan bahwa pembangunan harus berjalan beriringan dengan pelestarian adat istiadat dan budaya. Kemajuan daerah, katanya, tidak boleh menghilangkan identitas serta akar budaya masyarakat Kalteng, sejalan dengan visi membangun Kalteng yang semakin berkah, maju, dan sejahtera dengan Spirit Huma Betang dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.
 
Selain menjadi ajang memperkuat persatuan, Huma Betang Night diharapkan mampu menggerakkan perekonomian daerah, khususnya bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang ikut berpartisipasi dalam kegiatan tersebut.
 
Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kalteng Adi Soeseno mengatakan Huma Betang Night diselenggarakan untuk menggaungkan nilai-nilai luhur falsafah Huma Betang sekaligus memeriahkan hari jadi Kota Palangka Raya. 
 
Kegiatan ini juga menjadi wadah bagi generasi muda untuk menampilkan kreativitas sekaligus memperkuat peran mereka sebagai penerus budaya Kalteng.
 
Malam Huma Betang Night semakin semarak dengan beragam pertunjukan seni dan budaya, mulai dari Karungut, Tandak Timang, tari tradisional, penampilan Rapper Dayak, band lokal, hingga artis Dayak Kalteng. 
 
Pelaksanaan kegiatan di Bundaran Besar Palangka Raya juga menegaskan fungsi kawasan tersebut sebagai ruang publik yang menjadi simbol persatuan masyarakat dan kebanggaan budaya daerah.
 
Kegiatan ini turut dihadiri unsur Forkopimda, kepala perangkat daerah, instansi vertikal, pimpinan BUMD, Ketua Kadin, tokoh masyarakat, tokoh adat, budayawan, pelaku seni, pelaku UMKM, serta masyarakat Kota Palangka Raya.(MMC/Ytm/lant)