Herbert Blak-blakan Ungkap Pembangunan Infrastruktur  di Gumas Hingga Pertengahan Tahun Masih Banyak PR Pemkab

Ketua Komisi II DPRD Gunung Mas  Herbert Y. Asin. (Media Dayak/Novri J H)

Kuala Kurun, Media Dayak

Ketua Komisi II DPRD Gunung Mas (Gumas), Herbert Y. Asin menilai, memasuki pertengahan tahun 2026 ini, masih banyak pekerjaan rumah (PR) besar yang harus segera dituntaskan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gumas, terutama pada sektor jalan dan jembatan yang menjadi urat nadi aktivitas masyarakat.

Menurut Herbert, keterbatasan anggaran memang menjadi tantangan yang dihadapi pemerintah daerah. Namun, kondisi tersebut tidak boleh menjadi alasan untuk mengabaikan infrastruktur yang menyangkut keselamatan masyarakat dan kelancaran roda perekonomian.

Sorotan paling tajam diarahkan pada wilayah Zona Tiga, khususnya ruas jalan Tumbang Miri–Tumbang Masukih. Di jalur tersebut terdapat sekitar lima hingga enam jembatan yang kondisinya sangat memprihatinkan, bahkan sebagian di antaranya nyaris roboh sehingga membahayakan pengguna jalan.

“Yang menjadi perhatian serius adalah beberapa jembatan di jalur Tumbang Miri menuju Tumbang Masukih. Kondisinya sudah hampir roboh. Penanganannya masih bersifat darurat dan bahkan dibantu oleh masyarakat setempat,” ujar Herbert melalui sambungan telepon, Kamis (9/7/2026).

Legislator 3 periode itu menegaskan, persoalan tersebut harus menjadi prioritas utama dalam penyusunan anggaran tahun mendatang. Menurutnya, jika tidak segera ditangani, kerusakan jembatan berpotensi memutus akses transportasi masyarakat pedalaman sekaligus menghambat distribusi barang, pelayanan publik, hingga aktivitas ekonomi warga.

Tidak hanya wilayah pedalaman, Herbert juga mengkritisi kondisi jalan di dalam Kuala Kurun yang masih dipenuhi lubang dan kubangan. Ia meminta Pemkab Gumas memanfaatkan perubahan APBD tahun ini untuk melakukan perbaikan dengan kualitas yang lebih baik, bukan sekadar tambal sulam.

“Kalau dilakukan penambalan, jangan lagi menggunakan cor beton. Sebaiknya memakai campuran aspal agar hasilnya lebih permanen, lebih kuat, dan lebih tahan lama,” tegas politisi Partai Golkar tersebut.

Selain itu, Herbert juga menyoroti kerusakan ruas jalan Kuala Kurun–Pilang Munduk yang dinilai semakin mengganggu kenyamanan sekaligus membahayakan keselamatan para pengguna jalan. Menurutnya, kondisi tersebut tidak boleh terus dibiarkan karena menjadi jalur penting bagi mobilitas masyarakat.

Sebagai Ketua Komisi II DPRD Gumas, Herbert memastikan pihaknya akan terus mengawal dan mendorong pemerintah daerah agar lebih fokus mengalokasikan anggaran pada pembangunan infrastruktur yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat.

Prioritas yang harus segera diwujudkan, kata dia, meliputi rehabilitasi jembatan di Zona Tiga, perbaikan jalan berlubang di Kota Kuala Kurun, hingga peningkatan kualitas ruas jalan Kuala Kurun–Pilang Munduk.

“Harapan kami, anggaran tahun depan benar-benar difokuskan untuk menyelesaikan persoalan infrastruktur yang paling mendesak. Jangan sampai masyarakat terus menghadapi risiko akibat jalan rusak dan jembatan yang kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan. Keselamatan masyarakat harus menjadi prioritas utama,” kunci Herbert.(Nov/Aw)