Hendra Toendan Bidik Layanan Air Mengalir 24 Jam! Bongkar PR Besar Perumdam Maruang Duhung, Ajak Warga Perangi Kebocoran dan Pencurian Air

Direktur Perumdam Maruang Duhung Gumas Hendra Toendan.(Media Dayak/Novri J Handuran)
Kuala Kurun,Media Dayak
Kembali dipercaya memimpin Perumdam Maruang Duhung Kabupaten Gunung Mas (Gumas) untuk periode 2026–2031, Direktur Perumdam Maruang Duhung Gumas Hendra Toendan, menegaskan komitmennya untuk membawa pelayanan air bersih di Kabupaten Gumas ke level yang lebih tinggi. Target besarnya pun tidak main-main, yakni mewujudkan layanan air bersih yang mengalir selama 24 jam, khususnya bagi pelanggan di Kota Kuala Kurun.
Menurut Hendra, fondasi menuju peningkatan pelayanan telah dibangun pada periode kepemimpinannya yang pertama. Hal itu dibuktikan dengan capaian kinerja yang diakui secara profesional melalui berbagai hasil audit independen.
“Alhamdulillah,Puji Tuhan, hasil evaluasi kinerja yang diaudit BPKP pada tahun 2025 menempatkan Perumdam Maruang Duhung dalam kategori Sehat. Dari sisi keuangan, hasil audit Kantor Akuntan Publik juga memberikan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang berhasil kami pertahankan sejak tahun 2022,” ungkap Hendra kepada mediadayak.id,Senin (29/6/2026).
Meski demikian,Hendra menegaskan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan. Fokus utama pada periode kedua ini adalah meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat melalui penyediaan air bersih yang lebih optimal dan berkesinambungan.
“Kami ingin pelayanan terus meningkat hingga masyarakat dapat menikmati distribusi air selama 24 jam. Namun, kami juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, pemerintah provinsi, hingga pemerintah pusat untuk memperkuat sarana dan prasarana yang masih sangat terbatas,” jelas Hendra.
Hendra mengungkapkan, sejumlah fasilitas vital Perumdam sudah berusia puluhan tahun dan membutuhkan modernisasi. Instalasi Pengolahan Air (IPA) di Jalan Korpri misalnya, masih menggunakan fasilitas yang dibangun pada tahun 1993, bahkan merupakan peninggalan saat Gunung Mas masih menjadi bagian dari Kabupaten Kapuas.
Tak hanya itu, jaringan perpipaan juga menjadi tantangan besar. Sebagian besar jaringan lama masih menggunakan pipa PVC yang sudah menua sehingga berpotensi menimbulkan kebocoran dan mengganggu kontinuitas pelayanan kepada pelanggan.
Menanggapi arahan Bupati Gumas Jaya Samaya Monong yang meminta agar kebocoran sekecil apa pun segera ditangani, Hendra menyatakan pihaknya siap menjalankan instruksi tersebut.
“Apa yang disampaikan Pak Bupati sangat tepat. Kami sepakat dan siap melaksanakan seluruh arahan beliau. Selama ini tim kami rutin melakukan patroli jaringan, memeriksa kualitas air, sekaligus mendeteksi kebocoran pipa. Kendalanya, banyak pipa yang sudah tertanam di bawah badan jalan sehingga cukup sulit menemukan titik kebocorannya. Namun jika kebocoran terlihat, kami akan langsung melakukan perbaikan secepatnya,” tegas Hendra.
Hendra juga mengajak masyarakat untuk menjadi bagian dari pengawasan pelayanan air bersih. Menurutnya, keterlibatan pelanggan sangat penting agar setiap gangguan dapat segera ditindaklanjuti.
“Masyarakat yang menemukan kebocoran pipa maupun penyalahgunaan sambungan air tanpa meter kami harapkan segera melaporkannya melalui layanan pengaduan WhatsApp di nomor 0821-9047-7878. Setiap laporan akan kami tindak lanjuti. Praktik pencurian air tidak hanya merugikan perusahaan,tapi juga berdampak langsung terhadap kualitas pelayanan kepada pelanggan lainnya,” pungkas Hendra.(Nov/Lsn)