Hari Kebebasan Pers: Melawan Narkoba, Seraya Membongkar Siapa Pengkhianat Negara

 
Penulis: Ririen Binti – Wartawan Di Kalteng
 
Setiap tanggal 3 Mei, Wartawan merayakan Hari Kebebasan Pers Sedunia, dan menjadi pengingat bahwa kebenaran tidak boleh dibelenggu. Kebebasan pers adalah oksigen bagi demokrasi; dan jurnalis yang berani mengungkap peredaran gelap narkoba adalah pahlawan yang menjaga masa depan generasi bangsa.
 
Sebagai Jurnalis yang dipercaya menjadi Ketua Gerakan Dayak Anti Narkoba ( GDAN ), saya menyadari, ketika terus menyuarakan perang melawan narkoba melalui pemberitaan, apalagi ketika menelusuri jejak peredaran gelap narkoba yang diduga dibekingi oleh oknum aparat penegak hukum, maka itu adalah tugas yang tidak mudah dan penuh risiko.  
 
Setiap pemberitaan yang mengungkap adanya dugaan perlindungan dari oknum aparat hukum terhadap para bandar dan pengedar narkoba, adalah bentuk nyata dari fungsi kontrol sosial. Tanpa keberanian jurnalis untuk mengungkap fakta ini, kejahatan narkoba akan terus tumbuh subur dan menghancurkan banyak anak bangsa.
 
Hari ini, kita mendesak negara untuk menjamin keamanan bagi para jurnalis yang berani dan konsisten memerangi narkoba melalui pemberitaannya. Jangan biarkan “pena patah” karena ancaman. Teruslah menulis, karena kegelapan hanya takut pada cahaya kebenaran, dan musuh terbesar jurnalisme investigasi bukan lagi sekadar bandar jalanan, melainkan pengkhianatan di dalam institusi penegak hukum itu sendiri.
 
Hari ini kita tegaskan: Kebenaran tidak bisa dibungkam, dan keberanian jurnalis tidak bisa dikebiri oleh ancaman dalam bentuk apapun. Selamat Hari Kebebasan Pers Sedunia. Teruslah menjadi duri dalam daging bagi mereka yang merusak bangsa demi nafsu memperkaya diri.