Harga Karet Naik,Petani Sejahtera

Ketua DPRD Gumas, Akerman Sahidar. (Foto/Novri JK Handuran)

Kuala Kurun,Media Dayak

Ketua DPRD Gunung Mas (Gumas) Akerman Sahidar berharap harga getah karet bisa naik sehingga petani karet, khususnya di kabupaten Gumas bisa meningkat kesejahteraannya.

“Selama ini masih belum ya (harga karet naik). Kita (DPRD) berharap nantinya bisa naik dan petani karet di daerah ini bisa memperoleh keuntungan yang memuaskan,” kata Akerman, Jumat (18/10).

Akerman mengatakan, tanaman karet tersebar di semua wilayah di Gumas. Dengan pengembangan yang baik, komoditas karet diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.

“Tanaman karet salah satu sektor unggulan daerah ini. Pengembangannya akan memberi keuntungan bagi daerah ini dan masyarakat,” tandas Aker.

Sebelumnya, Deputi Chif Of Party USAID Lestari Erlinda Eka Putri usai kegiatan Pemaparan Draf Road MAP Rantai Pasar Karet di Gumas, Rabu (16/10) di aula Badan Perencanaan, Pengembangan dan Penelitian Daerah (BP3D) mengatakan, pengembangan komoditas karet di Gumas meliputi memperkuat kapasitas dari petani karet untuk meningkatkan produktivitas karet dan kualitas karet dari mutu bokar (pemasaran karet).

Dari sisi penguatan kelompok petani karet diharapkan dapat membentuk UPPB (Unit Pengelolaan dan Pemasaran Bokar) sehingga bisa meningkatkan kualitas dan mutu bokar serta membuat standar yang dibutuhkan industri.

“Dari sisi akses pembiayaan kelompok,petani karet bisa mengoptimalkan BUMDes sebagai unit usaha di tingkat desa untuk mendukung pengembangan usaha karet. Pemerintah kabupaten pun bisa mengoptimalkan perusahaan daerah yang diharapkan dari sisi bisnis perusahaan daerah bisa turut mensupport pemasaran karet dari petani dan memfasilitasi akses transportasi maupun dukungan lainnya sehingga karet hasil dari petani bisa langsung dipasarkan kepada industri,” papar Erlinda didampingi Kepala Bidang Ekonomi Sosial Budaya BP3D, I’is Yukensi dan Kabid Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah BP3D, Beben Martinus.

Untuk program dan rencana aksi 1-3 tahun, dia menyatakan dapat dilakukan pembinaan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas karet, penguatan kapasitas petani karet, terjalinnya akses pemasaran kepada industri pengolah dan meningkatkan standar mutu dan kualitas bokar sesuai standar industri.

“Untuk jangka waktu 4-7 tahun, perluasan pemasaran hasil karet ke industri, memperkuat perusahaan daerah sebagai badan usaha yang menggarap sektor produktif bagi masyarakat terutama petani karet dan melanjutkan pembinaan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bahan karet,” ulasnya.

Jangka waktu 7-10 tahun, kata dia, melanjutkan pembinaan petani untuk meningkatkan produktivitas dan kualitas bahan karet, mengembangkan industri pengolahan karet menjadi bahan setengah jadi dan mengembangkan perusahaan daerah untuk mendirikan usaha pengolahan karet. (Nov)